Bisnis / Keuangan
Jum'at, 24 April 2026 | 14:54 WIB
Potensi Inflow di pasar saham bisa terjadi saat rebalancing MSCI [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Henan Putihrai Sekuritas pada 24 April 2026 menyoroti narasi pasar yang keliru mengenai dampak negatif rebalancing indeks MSCI.
  • Analisis menunjukkan potensi arus beli mekanis dari ETF global saat menyesuaikan bobot portofolio pada tanggal efektif indeks.
  • Investor perlu memperhatikan peluang aliran dana masuk yang menopang pasar selain dampak tekanan jual dari penghapusan saham.

Suara.com - Pergerakan pasar saham belakangan ini dinilai terlalu fokus pada potensi arus keluar (outflow) dana asing akibat perubahan indeks MSCI. Padahal, ada sisi lain tak masuk pantauan, yakni peluang arus beli yang justru bisa menopang pasar.

Mengutip riset Henan Putihrai Sekuritas, Jumat (24/4/2026), narasi yang berkembang sejak pengumuman MSCI cenderung hanya menyoroti tekanan jual dari penghapusan saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC).

"Diskusi yang berkembang di pasar sejak pengumuman tersebut cenderung terfokus pada narasi outflow satu arah," tulis riset tersebut.

Potensi Inflow juga deras saat rebalancing MSCI. [Suara.com/Alfian Winanto]

Padahal, data menunjukkan dinamika yang lebih kompleks. Berdasarkan analisis terhadap sejumlah ETF global dengan total dana kelolaan sekitar 73,9 miliar dolar AS, pergerakan dana tidak sepenuhnya seragam dan membuka ruang terjadinya rotasi.

Riset tersebut juga menyoroti bahwa estimasi outflow sekitar 380 juta dolar AS hanya mencerminkan dampak awal dari mekanisme rebalancing indeks.

"Angka tersebut mencerminkan first-order effect dari mekanisme rebalancing indeks dan belum termasuk kemungkinan pergeseran alokasi oleh dana aktif yang menggunakan MSCI sebagai benchmark," lanjut laporan itu.

Lebih jauh, Henan menilai terdapat potensi arus beli yang bersifat mekanis, terutama dari ETF pasif yang harus menyesuaikan portofolio mereka mengikuti bobot baru indeks MSCI.

"ETF yang berada dalam posisi underweight struktural terhadap target weight MSCI yang baru memiliki kewajiban untuk melakukan koreksi posisi, yang secara mekanis mengindikasikan arus beli pasif pada saham-saham yang bersangkutan," sebut Henan.

Artinya, setelah periode tekanan jual, pasar justru berpotensi mendapatkan dorongan beli ketika ETF global melakukan penyesuaian portofolio pada tanggal efektif.

Baca Juga: IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378

Fenomena ini menunjukkan bahwa perubahan indeks MSCI tidak selalu berdampak negatif secara keseluruhan. Justru, dalam kondisi tertentu, mekanisme tersebut dapat menciptakan peluang bagi saham-saham tertentu untuk mengalami penguatan.

Dengan demikian, investor diimbau tidak hanya terpaku pada potensi outflow, melainkan juga memahami dinamika aliran dana yang lebih luas, termasuk peluang inflow yang tersembunyi di balik proses rebalancing indeks.

Load More