Bisnis / Keuangan
Minggu, 26 April 2026 | 10:54 WIB
Bank Indonesia mengungkapkan penyaluran Kredit perbankan Lesu di Kuartal I-2026. [Suara.com].
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia melaporkan penyaluran kredit baru pada kuartal pertama tahun 2026 mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya.
  • Perbankan menerapkan standar penyaluran kredit yang lebih berhati-hati melalui pengetatan jangka waktu serta persyaratan administrasi kredit.
  • Penyaluran kredit diproyeksikan meningkat pada kuartal kedua 2026 dengan kondisi ekonomi yang tetap terjaga hingga akhir tahun.

Suara.com - Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan penyaluran kredit baru pada kuartal-I 2026 sedikit melambat.

Adapun penyaluran kredit baru pada kuartal-I 2026 akan lebih rendah dibandingkan kuartal-IV 2025.

Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono mengatakan hal ini sesuai dengan pola historisnya. Kondisi ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 38,74 persen pada kuartal-I 2026. 

"Pertumbuhan kredit tersebut utamanya didorong oleh kredit konsumsi," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Ilustrasi layanan kredit bank. (Dok: BRI)

Dia mengatakan, standar penyaluran kredit perbankan pada Kuartal-I 2026 terindikasi lebih berhati-hati dibandingkan kuartal-IV 2025. Hal ini tecermin dari Indeks Lending Standard (ILS) positif sebesar 0,15.

"Kebijakan penyaluran kredit yang lebih berhati-hati tersebut, antara lain pada aspek jangka waktu kredit dan persyaratan administrasi," katanya.

Selanjutnya, pada Kuartal-II 2026, penyaluran kredit baru diprakirakan meningkat dengan SBT sebesar 96,65 persen. 

Adapun, standar penyaluran kredit diprakirakan lebih longgar, dengan ILS negatif sebesar 2,88.

Responden memperkirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2026 terus tumbuh. 

Baca Juga: Klarifikasi Tanggapi Aksi Demonstrasi di Pematang Siantar: Bukan Bagian BNI

Kondisi tersebut antara lain ditopang oleh prospek kondisi ekonomi dan moneter yang tetap positif serta risiko dalam penyaluran kredit yang terjaga.

Load More