- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat ke level 7.158 pada perdagangan Senin, 27 April 2026 di Bursa Efek Indonesia.
- Sebanyak 411 saham mengalami kenaikan dengan nilai transaksi mencapai Rp1,41 triliun selama sesi perdagangan awal tersebut berlangsung.
- Analis memproyeksikan indeks berpotensi melemah karena sentimen negatif dari penurunan prospek peringkat Indonesia oleh lembaga Fitch Ratings.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit pada awal perdagangan, Senin, 27 April 2026. IHSG dibuka menguat 0,41 persen ke level 7.158.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG masih melesat 1,30 persen ke level 7.221.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,78 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,41 triliun, serta frekuensi sebanyak 173.500 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 411 saham bergerak naik, sedangkan 185 saham mengalami penurunan, dan 363 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, BRNA, ESIP, PSDN, PADI, KOTA, LAND, KDTN, MISE.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya HOPE, KOBX, BABY, ARGO, SKBM, WGSH, BNBA, GRPH.
Proyeksi IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih berada dalam zona merah pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026).
Kombinasi antara tekanan jual investor asing yang belum mereda serta sentimen negatif dari lembaga pemeringkat internasional menjadi faktor utama yang memberatkan laju indeks domestik.
Baca Juga: Analisis Teknikal IHSG Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Para Analis
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai pergerakan indeks saat ini menunjukkan indikator RSI yang menurun dengan potensi deathcross pada indikator MACD. Ia memproyeksikan IHSG akan bergerak pada rentang support 6.995 dan resistance 7.270.
"Pasar sedang merespons pembaruan indeks MSCI serta keputusan Fitch Ratings yang menurunkan prospek (outlook) peringkat Indonesia menjadi negatif. Hal ini memaksa investor global untuk melakukan penyesuaian alokasi portofolio mereka di pasar saham tanah air," jelas Audi.
Senada dengan itu, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperingatkan adanya potensi pelemahan lanjutan, terutama pada sektor perbankan pasca pengumuman downgrade dari Fitch.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Bidik Nasabah Kelas Atas, BRI Life Bedah Strategi Kelola Kekayaan
-
Genjot EBT, FIFGROUP Resmikan Solar Panel Ke-43
-
Emas Antam Turun Harga, Hari Ini Dibanderol Rp 2.809.000/Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia BBM Indonesia Masih Aman dari Krisis Minyak Global
-
Analisis Teknikal IHSG Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Para Analis
-
Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global
-
QRIS Ditargekan Bisa Dipakai di China Mulai 30 April, BI-FAST Terhubung di 5 Negara
-
Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Stabil, Kesulitan Tembus Level Rp 3 Juta
-
Isu Uang Kas Negara 'Cuma' Sisa Rp120 T saat Beban Bunga Utang Mengancam
-
Wall Street Terguncang Setelah Konflik Timur Tengah Terus Memanas