- Investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp3,01 triliun di pasar modal Indonesia pada 24 April 2026.
- Aksi jual besar-besaran terhadap saham perbankan berkapitalisasi jumbo menjadi pemicu utama penurunan kinerja IHSG secara signifikan.
- IHSG merosot sebesar 3,38 persen ke level 7.129,49 akibat tingginya tekanan jual dan sentimen negatif pasar global.
Suara.com - Buruknya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak luput dari aksi jual para investor asing di saham-saham.
Mengutip data Phillip Sekuritas Indonesia, Minggu (26/4/2026), investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 3,01 triliun pada perdagangan 24 April 2026.
Tekanan ini memperpanjang tren keluarnya dana asing dari pasar modal Indonesia. Secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/YTD), nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp 39,49 triliun.
Gelombang capital outflow ini juga terlihat dari aksi jual besar-besaran pada saham-saham perbankan berkapitalisasi jumbo. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan nilai Rp 2,103 triliun.
Disusul saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 655,10 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 447,25 miliar.
Selain itu, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga masuk dalam daftar jual asing.
Di tengah derasnya aksi jual tersebut, investor asing justru memburu sejumlah saham lainnya. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat beli bersih terbesar sebesar Rp 73,23 miliar, diikuti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 71,61 miliar, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 64,68 miliar.
Saham perbankan lainnya seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga masih mencatatkan beli bersih Rp 48,37 miliar, sementara BUMI kembali masuk daftar dengan Rp 47,40 miliar.
Kinerja IHSG
Baca Juga: IHSG Anjlok 6,6% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 899 Triliun
IHSG ambruk hingga 3 persen pada penutupan, Jumat, 24 April 2026. Mayoritas tekanan IHSG berasal dari sentimen global. IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 3,38 persen ke level 7.129,49 pada perdagangan Jumat (24/4).
Pada perdagangan hari itu, sebanyak 44,80 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 24,30 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,65 juta kali.
Dalam perdagangan Jumat, sebanyak 92 saham bergerak naik, sedangkan 701 saham mengalami penurunan, dan 166 saham tidak mengalami pergerakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
Terkini
-
Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!
-
Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak
-
Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada
-
Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG
-
Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup
-
Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional
-
Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I
-
Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja
-
Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar
-
Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?