Bisnis / Keuangan
Minggu, 26 April 2026 | 10:37 WIB
Deretan saham-saham yang bergerak turun. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp3,01 triliun di pasar modal Indonesia pada 24 April 2026.
  • Aksi jual besar-besaran terhadap saham perbankan berkapitalisasi jumbo menjadi pemicu utama penurunan kinerja IHSG secara signifikan.
  • IHSG merosot sebesar 3,38 persen ke level 7.129,49 akibat tingginya tekanan jual dan sentimen negatif pasar global.

Suara.com - Buruknya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak luput dari aksi jual para investor asing di saham-saham.

Mengutip data Phillip Sekuritas Indonesia, Minggu (26/4/2026), investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 3,01 triliun pada perdagangan 24 April 2026.

Tekanan ini memperpanjang tren keluarnya dana asing dari pasar modal Indonesia. Secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/YTD), nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp 39,49 triliun.

Gelombang capital outflow ini juga terlihat dari aksi jual besar-besaran pada saham-saham perbankan berkapitalisasi jumbo. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan nilai Rp 2,103 triliun.

Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak turun. [Suara.com/Alfian Winanto]

Disusul saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 655,10 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 447,25 miliar.

Selain itu, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga masuk dalam daftar jual asing.

Di tengah derasnya aksi jual tersebut, investor asing justru memburu sejumlah saham lainnya. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat beli bersih terbesar sebesar Rp 73,23 miliar, diikuti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 71,61 miliar, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 64,68 miliar.

Saham perbankan lainnya seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga masih mencatatkan beli bersih Rp 48,37 miliar, sementara BUMI kembali masuk daftar dengan Rp 47,40 miliar.

Kinerja IHSG

Baca Juga: IHSG Anjlok 6,6% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 899 Triliun

IHSG ambruk hingga 3 persen pada penutupan, Jumat, 24 April 2026. Mayoritas tekanan IHSG berasal dari sentimen global. IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 3,38 persen ke level 7.129,49 pada perdagangan Jumat (24/4).

Pada perdagangan hari itu, sebanyak 44,80 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 24,30 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,65 juta kali.

Dalam perdagangan Jumat, sebanyak 92 saham bergerak naik, sedangkan 701 saham mengalami penurunan, dan 166 saham tidak mengalami pergerakan.

Load More