- Rupiah menguat ke Rp17.211/USD pagi ini dipicu meredanya konflik di Timur Tengah.
- Mayoritas mata uang Asia menghijau, dipimpin Taiwan; hanya Baht Thailand yang melemah.
- Penguatan rupiah rapuh karena sentimen domestik, sulit tembus level Rp16.000.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Senin (27/4/2026) pagi. Melempemnya the greenback dipicu oleh meredanya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memberikan angin segar bagi aset berisiko.
Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda terbang ke level Rp17.211 per dolar AS pada pembukaan pasar. Posisi ini menunjukkan penguatan signifikan sebesar 0,10 persen atau naik dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (24/4/2026) yang berada di level Rp17.284. Sejalan dengan itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) menunjukkan mata uang garuda berada di level Rp17.278.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengamati bahwa tren penguatan rupiah ini selaras dengan performa mata uang regional Asia lainnya. Menurutnya, pasar tengah memasuki fase risk on di mana investor kembali berani masuk ke pasar negara berkembang.
"Rupiah dan mata uang regional serta utama dunia terpantau menguat, rebound dari pelemahan awal di tengah sentimen risk on," ujar Lukman kepada Inilah.com di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Lukman menambahkan, pelaku pasar cenderung mengabaikan dinamika politik global terkait kegagalan perundingan antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu. Meski demikian, ia memberikan catatan kritis bahwa penguatan ini masih dibayangi kerentanan.
"Namun penguatan mungkin akan fragile mengingat sentimen domestik yang masih lemah. Jadi walaupun menguat, rupiah masih susah turun ke level Rp16.000," jelasnya.
Di kancah regional, hampir seluruh mata uang Asia kompak menghijau. Dolar Taiwan memimpin penguatan dengan lonjakan 0,36 persen, disusul ringgit Malaysia yang terkerek 0,3 persen. Won Korea Selatan naik 0,18 persen, peso Filipina 0,15 persen, sementara yuan China dan yen Jepang terapresiasi 0,04 persen.
Hanya baht Thailand yang terpantau merana sendiri di zona merah setelah anjlok 0,46 persen terhadap dolar AS di awal pekan ini.
Baca Juga: OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan