- OJK dan MSCI bertemu di Jakarta pada 27 April 2026 untuk membahas kemajuan reformasi integritas pasar modal Indonesia.
- MSCI mengakui perbaikan transparansi, tata kelola, dan perlindungan investor yang telah diimplementasikan oleh otoritas pasar modal Indonesia.
- Hasil reformasi tersebut diharapkan berdampak positif pada evaluasi indeks 12 Mei serta peninjauan klasifikasi pasar Juni 2026.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bocorkan hasil pembicaraannya bersama dengan penyedia indeks global, MSCI. Adapun, pertemuan ini berbuah positif untuk pasar modal Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan Indonesia mendapatkan pengakuan (acknowledgement) dari MSCI atas sejumlah kemajuan agenda awal reformasi integritas pasar modal.
"Mereka menyampaikan acknowledgement atau pengakuan atas berbagai progres dan capaian dari agenda-agenda utama awal reformasi integritas di pasar modal kita," kata Hasan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4/2026).
Hasan menjelaskan, reformasi yang dilakukan selama ini memang diarahkan untuk menjawab berbagai catatan dan ekspektasi dari indeks provider global, termasuk MSCI. Terutama terkait aspek transparansi, tata kelola pasar, serta perlindungan investor.
Dalam waktu dekat, MSCI dijadwalkan melakukan evaluasi indeks secara berkala pada 12 Mei 2026. Evaluasi tersebut merupakan bagian dari siklus rutin rebalancing dan perhitungan indeks yang dilakukan setiap tiga bulan dan tidak hanya berlaku bagi Indonesia.
Hasan berharap hasil evaluasi tersebut mulai mencerminkan dampak pemanfaatan data serta berbagai perbaikan yang telah dilakukan otoritas dan pelaku industri pasar modal nasional.
"Berikutnya itu di tanggal 12 Mei 2026 ini, yang kita harapkan nanti akan mulai terlihat hasil dari pemanfaatan data dimaksud," bebernya.
Selanjutnya, pada Juni 2026, MSCI juga akan melakukan proses peninjauan klasifikasi pasar (market classification review), menyusul laporan interim sebelumnya dari FTSE Russell. Dia berharap Indonesia tetap diakui sebagai bagian dari kategori emerging market dalam indeks global tersebut.
"Di situlah kita harapkan nanti kita tetap diakui dan menjadi bagian dari indeks yang masuk dalam kategori emerging market sesuai dengan kondisi kita saat ini," pungkasnya.
Baca Juga: Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya
Berita Terkait
-
OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI
-
Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda
-
OJK Klaim Perbankan Kebal Guncangan: Kokoh di Atas Kertas, Waspada di Lapangan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI
-
Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat: Dedikasi Tinggi dan Komitmen Tanpa Kompromi Para Pekerja
-
Kredit Komersial BRI Melesat 58,4 Persen, Meroket Jadi Rp61,4 Triliun
-
Prabowo Bidik Dedieselisasi, Cerah: Jangan Tanggung, Stop Juga Proyek Gas dan Batu Bara!
-
Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?
-
Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda
-
Harga Bawang dan Cabai Kompak 'Terbang' Hari Ini
-
Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel
-
Tensi Timur Tengah Mereda, Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.211 Per Dolar AS
-
IHSG Bangkit Melesat Tinggi ke Level 7.200 di Senin Pagi