- Harga emas Antam pada 28 April 2026 naik menjadi Rp2.814.000 per gram dengan harga buyback Rp2.625.000 per gram.
- Pembelian emas Antam dikenakan pajak penghasilan sesuai ketentuan PMK Nomor 34/PMK.19/2017 bagi para pemegang NPWP maupun non-NPWP.
- Harga emas dunia merosot mendekati 4.685 dolar AS akibat kebijakan suku bunga The Fed serta ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 28 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.814.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu naik tipis Rp 5.000 dibandingkan Senin, 26 April 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.625.000 per gram.
Harga buyback itu juga ikut melonjak Rp 5.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0,5 gram: Rp1.460.643
- 1 gram: Rp2.821.035
- 2 gram: Rp5.581.920
- 3 gram: Rp8.347.818
- 5 gram: Rp13.879.613
- 10 gram: Rp27.704.088
- 25 gram: Rp69.134.405
- 50 gram: Rp138.189.613
- 100 gram: Rp276.301.030
- 250 gram: Rp690.486.913
- 500 gram: Rp1.380.763.300
- 1000 gram: Rp2.761.486.500
Harga Emas Dunia Tersungkur
Harga emas dunia kembali tertekan pada perdagangan awal pekan. Pelaku pasar kini memilih bersikap hati-hati atau wait and see menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.
Mengutip FXStreet, Selasa (28/4/2026), harga emas merosot hingga mendekati 4.685 dolar AS pada awal sesi Asia. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap arah kebijakan moneter The Fed serta perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah.
Baca Juga: Emas Antam Turun Harga, Hari Ini Dibanderol Rp 2.809.000/Gram
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tetap di kisaran 3,5–3,75 persen, level yang sudah bertahan sejak Desember. Meski demikian, perhatian utama pasar tertuju pada pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers usai rapat.
Pelaku pasar menanti sinyal apakah bank sentral masih membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan di akhir tahun. Sikap agresif (hawkish) dari pejabat The Fed berpotensi menguatkan dolar AS dan menekan harga emas.
Selain itu, dinamika internal The Fed juga menjadi sorotan. Pasar mempertanyakan apakah Powell akan tetap menjabat di Dewan Gubernur, terutama jika figur lain seperti Warsh dikonfirmasi untuk memimpin pertemuan kebijakan berikutnya pada Juni mendatang.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik turut memengaruhi pergerakan emas. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk penutupan Selat Hormuz, telah mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi yang pada akhirnya memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga.
Emas sendiri dikenal sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Namun, logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil, sehingga menjadi kurang menarik ketika suku bunga berada di level tinggi.
Laporan CNBC menyebutkan Presiden AS Donald Trump bersama tim keamanan nasionalnya tengah membahas proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sebagai gantinya, Iran meminta pencabutan blokade serta penghentian perang yang telah berlangsung sekitar dua bulan.
Meski demikian, belum ada kepastian apakah proposal tersebut akan diterima. Ketidakjelasan ini membuat pasar masih dibayangi ketidakpastian, yang pada akhirnya menahan pergerakan harga emas.
Dengan kombinasi faktor kebijakan moneter dan risiko geopolitik, arah harga emas dalam waktu dekat diperkirakan masih akan sangat bergantung pada sikap The Fed dan perkembangan konflik global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
4 Sepatu 910 Nineten untuk Daily Running, Nyaman dan Empuk Dipakai Latihan Lari
-
Rupiah Akhirnya Bangkit! Ditutup Menguat ke Rp18.073 per Dolar AS
-
Koperasi Desa hingga Pelosok, Mengapa Sekolah Rusak Justru Dibiarkan?
-
Detik-Detik Ibu di Way Kanan Melahirkan di Mobil Akibat Jalan Rusak Parah
-
Sutrimo Pembantu Febrie Adriansyah Tewas Tak Wajar, Puslabfor Polri Uji Sampel dari Lokasi Kejadian
-
Konsisten Terapkan Industri Hijau, Semen Gresik Sabet Penghargaan Jateng Green Industrial Summit
-
Dramatis! Detik-detik Teriakan Tetangga Selamatkan Lansia dari Kebakaran di Situbondo
-
Kelebihan Rudal QW-12 dan Rudal FN-16 Buatan China yang Dibeli Iran saat Perang dengan Amerika
-
BGN Siapkan Portal MBG, Orang Tua Bisa Pantau Menu dan Gizi Anak
-
6 Sepatu Lari untuk Medan Berbatu dan Trail, Grip Kuat dan Tetap Nyaman