- Wall Street melemah pada Selasa, 28 April 2026, akibat sentimen negatif kinerja OpenAI dan lonjakan harga minyak.
- Saham sektor semikonduktor tertekan setelah OpenAI melaporkan pertumbuhan pendapatan dan jumlah pengguna yang berada di bawah target internal perusahaan.
- Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memicu kenaikan harga minyak dunia serta meningkatkan kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi.
Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (28/4/2026) atau Rabu Pagi waktu Indonesia. Pelemahan ini terseret sentimen negatif dari laporan kinerja OpenAI serta lonjakan harga minyak global.
Mengutip CNBC, indeks S&P 500 turun 0,49 persen ke level 7.138,80. Sementara itu, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi juga ikut terkoreksi.
Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average melemah 0,9 persen dan berakhir di posisi 24.663,80. Meski demikian, penurunan indeks saham unggulan ini sempat tertahan oleh lonjakan hampir 4 persen saham Coca-Cola setelah mencatatkan pendapatan di atas ekspektasi pasar.
Sentimen negatif datang dari laporan Wall Street Journal yang menyebut OpenAI mengalami pertumbuhan pendapatan dan pengguna baru yang berada di bawah target internal.
Bahkan, CFO OpenAI, Sarah Friar, dikabarkan menyampaikan kekhawatiran bahwa perusahaan berpotensi kesulitan memenuhi kontrak komputasi di masa depan jika pertumbuhan pendapatan tidak cukup cepat.
Kabar tersebut langsung menekan saham sektor semikonduktor. VanEck Semiconductor ETF tercatat turun sekitar 3 persen. Saham Nvidia melemah lebih dari 1 persen, sementara Broadcom anjlok lebih dari 4 pers.
Selain itu, Advanced Micro Devices turun lebih dari 3 persen dan Oracle terkoreksi sekitar 4 persen.
“Hanya ada aksi ambil untung sebagai bentuk kehati-hatian menjelang apa yang akan mereka dengar besok dari laporan pendapatan” dari sebagian besar perusahaan Magnificent Seven, kata Stephen Kolano, CIO dari Integrated Partners.
Pelaku pasar saat ini juga menanti rilis laporan keuangan dari raksasa teknologi. Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft dijadwalkan merilis kinerja pada Rabu, sementara Apple akan menyusul pada Kamis.
Baca Juga: BEI Buka Gembok Dua Emiten Ini, Ada yang Punya Anak Orang Miliarder Indonesia
Padahal, sehari sebelumnya, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite sempat mencetak rekor tertinggi. Namun, sentimen pasar berubah seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Upaya perdamaian antara AS dan Iran dilaporkan menemui jalan buntu. Presiden Donald Trump bahkan membatalkan rencana pengiriman utusan khusus AS, termasuk Steve Witkoff dan Jared Kushner, untuk membahas gencatan senjata.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan belum ada pertemuan yang direncanakan antara Teheran dan Washington.
Meski demikian, ada secercah kabar positif setelah sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut bahwa AS telah membahas tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz jika konflik berakhir dan blokade dicabut.
Di tengah tensi geopolitik tersebut, harga minyak dunia kembali melonjak. Kontrak berjangka West Texas Intermediate naik lebih dari 3 persen ke level 99,93 dolar AS per barel, sementara Brent crude oil menguat 2,8 persen menjadi 111,26 dolar AS per barel.
Kenaikan harga energi ini turut menambah tekanan bagi pasar saham, memperkuat kekhawatiran investor terhadap inflasi dan potensi perlambatan ekonomi global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Shin Tae-yong Senyum Lebar, Persija Imbangi Port FC Usai Tertinggal Dua Gol
-
Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam
-
Waktu untuk Tidak Menikah dan Alasan yang Menyertainya
-
Maling Rp1,2 Miliar di Kalideres Tertangkap, Hasil Kejahatan Tinggal Rp200 Juta
-
Doli Golkar Pertanyakan OTT Kepala Daerah Tiap Pekan: Ada Skenario Parade Korupsi?
-
Akselerasi Layanan Zero Down Time di GIIAS 2026, Mitsubishi Fuso: Roda Bisnis Harus Terus Berputar
-
Bidik World Athletics Label, PB PASI Puji PLN Electric Run 2026
-
Promo Diskon Grab Sepanjang Agustus 2026, Syaratnya Jadi Nasabah BRI
-
Balsa Sekulic Terpukau Atmosfer Bobotoh, Siap Kejar Gol Perdana Bersama Persib
-
Pandangan Masih Buram Meski Ganti Kacamata? Bisa Jadi Bukan Sekadar Mata Minus Biasa