- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun pada kuartal I 2026.
- Pertumbuhan kinerja didorong oleh peningkatan penyaluran kredit konsolidasi sebesar Rp1.497 triliun serta efisiensi biaya dana perusahaan.
- Analis merekomendasikan saham BBRI karena fundamental perusahaan yang tetap kuat meskipun terdapat tantangan sentimen pasar global.
Suara.com - Di tengah tertekannya saham-saham perbankan di Indonesia, para analis melihat saham BRI (BBRI) masih seksi untuk dilirik. Fundamental yang masih sangat kuat dengan kinerja perusahaan yang positif membuat BBRI layak jadi pegangan.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman, kepada Suara.com, Jumat (1/5/2026) mengatakan secara data terbaru, fundamental BBRI masih sangat kuat dan bahkan menunjukkan momentum positif di awal 2026.
"Laba bersih periode Januari–Februari 2026 mencapai sekitar Rp7,73 triliun (naik 17 persen yoy), ditopang oleh pendapatan bunga yang tumbuh dan efisiensi biaya. Kredit juga masih ekspansif di level Rp1.346 triliun ( tumbuh 10,49 persen yoy), menunjukkan intermediasi tetap berjalan baik," terang Rizal.
Selain itu, ia menambahkan, dari sisi struktur keuangan, BBRI juga sangat solid dengan CAR >26% dan likuiditas kuat dan tetap mampu membagikan dividen besar sekitar Rp52 triliun. Ini menegaskan bahwa secara fundamental, BBRI masih menjadi bank dengan profitabilitas dan daya tahan tertinggi di segmen mikro.
Sementara Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, kepada Suara.com menerangkan karena fundamental yang kuat dan dengan kapitalisasi pasar besar BBRI menjadi saham yang menarik.
"Sehingga akan menjadi salah satu saham yang diburu pekaku pasar," kata Reza.
Tapi baik Reza menilai sentimen menjadi penyebab tekanan pada saham bank terbesar di Indonesia tersebut.
"Karena imbas sentimen market tentunya akan terkena dampaknya," kata Reza.
Sementara Rizal menilai BRI mulai menunjukkan moderasi pertumbuhan. Kredit yang sebelumnya tumbuh hampir 12 persen mulai melambat ke sekitar 10 persen, dan pendapatan bunga mulai menunjukkan tekanan tipis .
Baca Juga: BRI Cetak Laba Rp15,5 Triliun pada Triwulan I 2026, Total Kredit Rp1.562 Triliun
"Dengan kata lain, BBRI di 2026 masih strong fundamentally, but slowing structurally. Artinya, saham ini tetap sangat menarik untuk jangka menengah dan panjang karena valuasi mulai murah. Mayoritas analis masih rekomendasi buy," tutup Rizal.
Laba Tumbuh di Kuartal I
Sebelumnya pada pekan ini PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI mengumumkan sukses membukukan laba bersih senilai Rp15,5 triliun pada kuartal I 2026 atau tumbuh 13,74 persen year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan capaian kinerja perseroan ditopang oleh pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset yang tetap terjaga.
"Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset tetap terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih pada triwulan I 2026 sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen (yoy)," ujar Hery dalam Taklimat Media Kinerja Keuangan BRI Kuartal I 2026 secara daring di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Kinerja perseroan ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp52,83 triliun pada kuartal I 2026, atau tumbuh 5,94 persen (yoy).
Berita Terkait
-
Belanja Produk Lokal di Sarinah Lebih Hemat! Nikmati Diskon BRI Plus Kopi Gratis
-
Dukung Proteksi Nasabah Mekaar, PNM dan BRI Life Gelar Literasi Asuransi di Jambi
-
Di Balik Catatan BRI, Ini Alasan Segmen UMKM Tangguh Hadapi Gejolak Geopolitik Dunia
-
BRI Pertahankan Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat13,7% Jadi Rp15,5 triliun di Triwulan I 2026
-
Lampaui Target Tahunan, Penyaluran Kredit BRI Tumbuh Agresif 13,4 Persen
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Aguan Lapor: Penjualan PIK2 Meroket 112%, Tembus Rp 987 M
-
KEK Sanur Gandeng Unud Jadi Pusat Riset Kesehatan Berkelas Dunia
-
SIG Kantongi Laba Rp 80 Miliar di Kuartal I-2026, Naik 88 Persen
-
Implementasi Green Shipping Pertamina Patra Niaga Klaim Sukses Pangkas 13.000 Ton CO2
-
Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik 6,06 Persen, Bea Keluar Tembus 178 Dolar AS per MT
-
Dorong Energi Terbarukan, Emiten HGII Raup Laba Rp17,96 Miliar di Kuartal I 2026
-
Berapa Besaran Dana Pensiun yang Aman di Indonesia? Ini Perhitungannya
-
Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026
-
Harga Pangan 1 Mei 2026 Cabai Rawit Merah Tembus Rp84.000/Kg, Bawang Merah dan Beras Ikut Meroket
-
CIMB Niaga Cetak Laba Rp2,3 Triliun di Kuartal I 2026