Bisnis / Properti
Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:37 WIB
Manajer Pemasaran PT Cahyo Griya Inti Santoso (CGIS), Andri Kurniawan, saat ditemui di kantornya, Jumat (17/4/2026). (Suara.com/Irwan Febri)
Baca 10 detik
  • PT Cahyo Griya Inti Santoso (CGIS) berkolaborasi dengan Bank Rakyat Indonesia dalam mempermudah akses pembiayaan KPR perumahan.
  • Sinergi melalui skema Perjanjian Kerja Sama di Yogyakarta ini telah terjalin kuat selama puluhan tahun sejak 2000-an.
  • Kerja sama tersebut memberikan manfaat berupa proses pengajuan lebih cepat, diskon biaya admin, serta insentif bagi konsumen.

Suara.com - Di tengah kebutuhan hunian yang terus meningkat, memiliki rumah masih menjadi tantangan bagi banyak orang, terutama dari sisi pembiayaan yang tidak sedikit. Namun, peran kolaborasi antara developer dan perbankan bisa menjadi jembatan dalam menuju akses yang lebih mudah dan terjangkau.

Di Yogyakarta, sinergi itu terlihat dari perjalanan panjang developer properti PT Cahyo Griya Inti Santoso (CGIS) bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI). Hubungan keduanya bukan sekadar kerja sama bisnis, tetapi berkembang menjadi kemitraan yang saling menguatkan selama puluhan tahun.

CGIS sendiri bukan pemain baru. Berdiri sejak 1994, perusahaan ini telah melewati berbagai fase, mulai dari proyek di luar sektor developer hingga akhirnya fokus penuh mengembangkan kawasan perumahan sejak awal 2000-an.

Jejaknya tersebar di berbagai titik di Yogyakarta dengan total lebih dari 20 proyek perumahan.

Salah satu produk rumah CGIS, yakni Pesona Trihanggo, yang berada di Sleman, DI Yogyakarta. (Suara.com/Irwan Febri)

Bahkan sebelum itu, CGIS sempat 'merantau' ke Jawa Timur, menggarap ratusan unit rumah sederhana tipe 36 di Nganjuk, Banyuwangi, hingga Jember.

Pengalaman panjang ini menjadi fondasi kuat dalam memahami kebutuhan pasar, termasuk pemahaman mempermudah akses pembiayaan bagi konsumen, seperti skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Program PKS Jadi Kunci Kemudahan KPR

Seiring berkembangnya bisnis properti, CGIS menyadari bahwa menjual rumah tidak cukup hanya dengan menawarkan lokasi dan desain, tetapi juga kemudahan akses pembiayaan. Oleh karena itu, kerja sama dengan BRI melalui skema Perjanjian Kerja Sama (PKS) menjadi salah satu langkah penting.

Manajer CGIS, Andri Kurniawan, menjelaskan bahwa kerja sama ini sudah terjalin sejak lama. Bahkan, perusahaan yang sudah berusia 32 tahun itu sampai diberi penghargaan karena banyak sekali konsumennya yang memilih BRI dalam kredit.

Baca Juga: BRI Setor Dividen Jumbo ke Danantara, Indef: Bukti Dukungan Program Pemerintah

Manajer Pemasaran PT Cahyo Griya Inti Santoso (CGIS), Andri Kurniawan, saat ditemui di kantornya, Jumat (17/4/2026). (Suara.com/Irwan Febri)

"Kalau secara umum PKS dari awal, bikin perumahan kita kerja sama dengan bank untuk memfasilitasi secara kredit. PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan BRI sudah lama sekali," kata Andri Kurniawan kepada Suara.com di Kantor CGIS.

Kerja sama ini bahkan sempat mencapai puncaknya pada periode 2007-2010, ketika CGIS menjadi salah satu developer dengan pengajuan KPR terbanyak.

"Kami dengan BRI dulu kami sempat dapat penghargaan, Develover dengan Jumlah Aplikasi Terbanyak waktu zaman Nogotirto Regency. Kami mengajukan aplikasi KPR itu terbanyak. Tahunnya mungkin sekitar 2007-2010," imbuhnya.

Manfaat Nyata untuk Konsumen

Bagi konsumen, progam PKS bukan sekadar kerja sama di atas kertas. Dampaknya terasa langsung, karena mulai sejak proses pengajuan yang lebih cepat hingga berbagai insentif yang meringankan biaya awal.

Seperti saat ini, BRI memberikan diskon 50 persen untuk provisi dan administrasi. Kemudian, upaya kemudahan-kemudahan dalam proses pengajuan kredit.

Brosur cicilan KPR BRI yang ditunjukkan oleh Manajer Pemasaran CGIS, Andri Kurniawan. (Suara.com/Irwan Febri)

"Prosesnya lebih cepat, kemudian ada diskon, promo-promo dari bank-nya. Contoh yang sekarang ada dari BRI, promo diskon 50 persen untuk biaya provisi administrasi," ungkap Andri.

Lebih jauh lagi, skema ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk membeli rumah sejak tahap pembangunan, sehingga bisa memberikan kepuasan lebih.

"Kalau PKS, kita bisa KPR inden. KPR rumah siap bangun. Kalau tidak PKS rata-rata mintanya siap huni. Kalau sekarang di Jogja ini trennya, rumah siap bangun ada kemudahan fleksibilitas untuk perubahan desain. Betul, memudahkan konsumen," imbuh mantan pemain Perseden Denpasar itu.

BRI Jadi Pilihan Utama

Seiring waktu, kolaborasi ini semakin matang. Dalam beberapa tahun terakhir, BRI bahkan menjadi pilihan utama konsumen CGIS dalam pengajuan KPR, meski ada bank-bank lain yang juga telah bekerja sama.

"Terakhir ya, kita ngomong mulai tahun 2019 sampai sekarang, paling banyak KPR itu masuknya ke BRI. Dari semua bank ini masuknya ke BRI," Andri menceritakan.

Fenomena ini tidak terjadi begitu saja. Di baliknya ada strategi kolaborasi aktif, termasuk program promo bersama yang saling menguntungkan.

"Kenapa bisa masuk ke BRI, karena saat itu kami sering mengadakan promo bersama dengan BRI. Contoh, BRI kasih diskon khusus kalau pembelian di PT CGIS. Tapi kami juga memberikan diskon balik jika KPR-nya lewat BRI," lanjut pria 38 tahun itu.

"Itu paling banyak. Bahkan Pesona Residence sini, dua orang rumahnya yang hampir Rp3 miliar, larinya ke BRI," tuturnya menambahkan.

Hubungan Terjalin Sejak Lama

Jika ditarik ke belakang, kolaborasi antara CGIS dengan BRI bahkan sudah dimulai sejak era pameran properti yang difasilitasi penuh oleh BRI. Andri masih ingat betul momen-momen tersebut.

"Waktu zaman dulu, BRI itu sregep ngadain pameran dan mereka mengcover semua biaya. Antara tahun 2005-2010 itu ada namanya BRI Gelegar Expo," Andri bercerita.

"Itu salah satu bentuk apresiasi dari BRI untuk developer. Untuk developer-developer yang banyak masukan aplikasi, banyak kredit di sana. Kami dibayarin BRI untuk pameran, semua ditaggung. Kami hanya ke sana bawa booth, brosur, dan jaga," imbuh ayah satu anak tersebut.

Dorong Insentif Baru, Perkuat Kolaborasi

Kini, di tengah persaingan pasar properti yang semakin ketat, CGIS kembali mendorong inovasi dalam kerja sama tersebut.

Andri mengaku bahwa saat ini pihaknya sedang mengajukan dukungan tambahan kepada BRI, yakni pembebasan biaya provisi dan administrasi, supaya memberi kemudahan lebih bagi konsumen.

Manajer Pemasaran PT Cahyo Griya Inti Santoso (CGIS), Andri Kurniawan, saat ditemui di kantornya, Jumat (17/4/2026). (Suara.com/Irwan Febri)

"Kami mengajukan ke Kepala Kanwil BRI Cik Ditiro, suratnya sudah masuk ke BRI. Mengajukan dukungan program, dukungan yang kami harapkan dari BRI itu kasih bunga khusus serta gratis biaya administrasi dan provisi," ungkap Andri.

"Kalau sekarang kan 50 persen, karena PKS. Sekarang kami minta dukungan selama tiga bulan supaya digratiskan untuk konsumen yang beli lewat BRI. Dari bulan April sampai Juni," lajut pria asal Sleman itu.

Bagi CGIS, kolaborasi ini bukan sekadar soal bisnis jangka pendek, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk tumbuh bersama. Sebab, developer dan perbankan memiliki simbiosis mutualisme, sehingga kerja sama yang lebih solid dibutuhkan.

"Hubungan dengan BRI sudah baik sekali, harapannya ya terus berlanjut dengan jauh lebih baik lagi. Ini kan antara bank dengan developer hubungannya saling menguntungkan," ujar Andri.

"Jadi kita saling support, sharing program bareng. Kita sharing kalau ada kendala proses pengajuan kredit konsumen, saling mencari solusi terbaik. Supaya apa yang diharapkan dari bank target kredit terbaik, dari kami pun target penjualan tercapai," tuturnya menutup.

Load More