- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan pembagian dividen final tahun buku 2025 senilai total Rp31,47 triliun.
- Sebagian besar dividen disetorkan kepada BPI Danantara sebagai bukti kontribusi nyata BRI terhadap pembangunan ekonomi nasional.
- Pembagian dividen tersebut mencerminkan kinerja keuangan yang solid serta keberhasilan konsolidasi perbankan BUMN di bawah Danantara.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) pada pekan ini mengumumkan akan membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp31,47 triliun atau Rp209 per saham. Sebagian besar nilai dividen itu, yakni sejumlah Rp16,67 triliun disetorkan ke BPI Danantara sebagai pemegang saham mayoritas.
Direktur Pengembangan Big Data Indef, Eko Listiyanto menilai setoran dividen ke Danantara merupakan bukti nyata peran BRI dalam menyokong pembangunan ekonomi nasional, khususnya program strategis pemerintah.
"Dengan setor dividen tentu membuktikan BRI kontribusinya besar ke perekonomian dan program pembangunan," kata Eko kepada Suara.com di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Ia melanjutkan meski pembagian dividen oleh BRI adalah sesuatu yang rutin, tapi tetap harus dilihat sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah karena dana tersebut "akan bisa dikelola untuk mendorong ekonomi Indonesia ke depan."
Selain itu Eko melihat bahwa penyetoran dividen ini juga dilihat sebagai sinyal kuat konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah payung Danantara sudah berjalan. Eko menilai, untuk sektor perbankan, proses transisi ini relatif lebih mulus dibandingkan sektor lainnya.
"Kalau dalam konteks konsolidasi di sektor perbankan, jawabannya iya (sinyal kuat). Hal ini dikarenakan bank-bank BUMN memang relatif sudah memiliki tata kelola yang terstandar, sehingga lebih mudah untuk berkonsolidasi di bawah Danantara," jelasnya.
Namun, Eko memberikan catatan kritis bahwa keberhasilan BRI tidak lantas menggambarkan kondisi seluruh BUMN. Menurutnya, Danantara masih memiliki tantangan besar dalam merapikan portofolio perusahaan negara lainnya.
"Untuk menilai keseluruhan konsolidasi, tidak cukup hanya dengan melihat BRI. Faktanya, sebagian besar BUMN malah tidak banyak berkontribusi laba dan dividen saat ini. Jadi, PR (pekerjaan rumah) konsolidasi masih sangat menantang bagi Danantara," tambah Eko.
Sebelumnya diwartakan bahwa BRI siap membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp31,47 triliun atau Rp209 per saham, dengan cum date dijadwalkan pada 20 April 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi.
Baca Juga: Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi
BRI menetapkan total dividen sebesar Rp52,1 triliun atau sebesar Rp346 per saham. Jumlah tersebut termasuk dividen interim Rp20,6 triliun atau Rp137 per saham yang telah dibayarkan kepada para pemegang saham pada 15 Januari 2026.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/4/2026), menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen tunai ini merupakan wujud nyata komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil yang optimal bagi pemegang saham, dengan didukung oleh kinerja keuangan yang solid serta pengelolaan risiko yang terjaga.
“Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja perseroan yang tetap positif, yang ditopang oleh penguatan pada segmen UMKM sebagai core business BRI, serta akselerasi transformasi digital yang terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujar Hery.
Pembagian dividen mengacu pada kinerja keuangan laba konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp57,132 triliun, dengan total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.
Perseroan menyampaikan, penetapan dividen final ini juga telah memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar Perseroan. Hery menambahkan bahwa pembagian dividen tidak hanya mencerminkan kinerja perseroan yang solid, tetapi juga menunjukkan fundamental bisnis BRI yang kuat dan berkelanjutan.
“Sebagai bagian dari Danantara, pembagian dividen ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata BRI dalam mendukung pembangunan nasional, sejalan dengan peran perseroan dalam memperkuat pembiayaan UMKM dan mendorong transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan,” tutup Hery.
Berita Terkait
-
BBRI Loyal Bagikan Dividen, Target Harga Saham Meroket
-
Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar
-
'Cuci Gudang' BUMN Energi, Anak Usaha Pertamina Dipangkas dari 1.000 jadi 250
-
Promo BRI di Point Coffee Seluruh Indonesia
-
Promo Spesial BRI di Vilo Gelato, Ada Cashback 35 Persen Setiap Hari
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman
-
Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum
-
Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian