Suara.com - BPJS Kesehatan resmi mengangkat publik figur sekaligus Utusan Khusus Presiden bidang pembinaan generasi muda dan pekerja seni, Raffi Ahmad, sebagai Duta Kehormatan. Pengangkatan ini diharapkan mampu memperkuat sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat.
Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Rukijo menyampaikan bahwa kehadiran Raffi Ahmad menjadi energi baru bagi institusi yang telah beroperasi lebih dari satu dekade tersebut. Hingga saat ini, jumlah peserta BPJS Kesehatan telah menjangkau hampir seluruh penduduk Indonesia, meski masih terdapat tantangan dalam meningkatkan keaktifan peserta.
“Masih banyak masyarakat yang baru mengurus BPJS Kesehatan saat membutuhkan layanan, ini menjadi tantangan kami ke depan,” ujar Rukijo dalam sambutan Penganugerahan Gelar Duta Kehormatan BPJS Kesehatan di Ballroom Sri Suwarsi, Gedung Brataranuh Lantai III BPJS Kesehatan Kantor Pusat, Kamis (23/4/2026).
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperluas edukasi kepada masyarakat sehingga tidak bisa bekerja sendiri, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengedukasi masyarakat tentang jaminan kesehatan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan menjelaskan bahwa pihaknya terus berfokus pada keberlanjutan program melalui penguatan pendanaan, pengendalian kualitas layanan, serta transformasi kelembagaan. Saat ini, sekitar dua juta transaksi layanan kesehatan terjadi setiap hari dengan nilai pembiayaan mencapai ratusan miliar rupiah.
“Target kami adalah meningkatkan peserta aktif agar cakupan perlindungan kesehatan bisa mencapai 100 persen,” jelasnya.
Di sisi lain, BPJS Kesehatan juga menyoroti meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, terutama di kalangan generasi muda. Kondisi ini dinilai membutuhkan perhatian serius melalui pendekatan promotif dan preventif. Karena adanya peningkatan kasus hipertensi dan diabetes di kalangan generasi muda dan ini perlu menjadi perhatian bersama.
Menanggapi hal tersebut, Raffi Ahmad menegaskan komitmennya untuk mengedukasi generasi muda agar lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini. Ia menekankan bahwa pola hidup sehat harus dimulai dari kebiasaan sederhana.
“Sehat itu dimulai dari muda, jangan menunggu sakit untuk mulai peduli dengan kesehatan,” ujar Raffi.
Baca Juga: Kolaborasi Antarlembaga, Kunci untuk Menjawab Kebutuhan Peserta
Ia juga mengajak generasi muda untuk menghidupkan semangat gotong royong dalam menjaga kesehatan bersama.
“Semangat gotong royong menjadi kunci agar semua masyarakat bisa mendapatkan akses layanan kesehatan secara merata,” katanya.
Raffi menambahkan bahwa keberhasilan sebuah program tidak dapat dicapai secara individu, melainkan melalui kerja sama tim yang solid.
“Tidak ada yang sukses sendirian, yang ada adalah kerja tim,” tuturnya.
BPJS Kesehatan menilai kolaborasi dengan tokoh publik menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Dengan semangat gotong royong, program JKN diharapkan dapat terus berkelanjutan dan memberikan perlindungan kesehatan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. ***
Berita Terkait
-
Kolaborasi Antarlembaga, Kunci untuk Menjawab Kebutuhan Peserta
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Wisata Edukasi Unik: Menjelajah Dunia Mini di Rumah Serangga Kalibaru Banyuwangi
-
Raffi Ahmad Berduka atas Meninggalnya Nayato Fio Nuala: Berjasa dalam Perjalanan Hidup
-
UHC Pemda Palangka Raya Komitmen Bantu Terapi Tumbuh Kembang Anak: Terjamin JKN
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!
-
Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja
-
Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?
-
25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur
-
Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb
-
Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi