- IHSG di Bursa Efek Indonesia melonjak 0,46 persen ke level 6.988,92 pada perdagangan Senin pagi, 4 Mei 2026.
- Penguatan indeks didorong oleh sentimen positif meredanya konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
- Investor memantau rilis data ekonomi makro domestik serta AS untuk mengantisipasi arah kebijakan moneter dan stabilitas fiskal.
Lebih lanjut, agenda besar berikutnya adalah pengumuman pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I 2026 pada 5 Mei besok.
Data ini akan menjadi tolok ukur seberapa tangguh daya beli dan aktivitas ekonomi nasional di tengah tekanan inflasi global.
Sederet data lain seperti cadangan devisa, indeks harga properti, hingga angka penjualan otomotif yang akan menyusul pada akhir pekan juga menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen portofolio investor.
Di sisi lain, isu mengenai kesehatan fiskal turut mewarnai perbincangan di lantai bursa. Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga akhir Maret mencatatkan defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara dengan 0,93 persen terhadap PDB.
Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan defisit pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang berada di level 0,43 persen.
Pelebaran defisit ini terjadi seiring dengan kenaikan belanja negara yang mencapai 31,4 persen atau senilai Rp815 triliun, sementara pendapatan negara terkumpul Rp574,9 triliun.
"Investor akan mencermati perkembangan realisasi APBN 2026 ini di tengah kekhawatiran akan disiplin fiskal dan dampaknya terhadap ekonomi," jelas Ratna.
Keseimbangan antara belanja pemerintah untuk stimulasi ekonomi dan disiplin fiskal menjadi poin krusial yang dipantau oleh investor asing dalam menilai stabilitas jangka panjang ekonomi Indonesia.
Proyeksi Teknikal IHSG
Baca Juga: Iran Walk Out dari Kongres FIFA 2026, Infantino Takut dan Tunduk pada AS
Melihat dinamika tersebut, IHSG secara teknikal berada dalam posisi yang menentukan. Jika indeks mampu mempertahankan kekuatannya dan konsisten berada di atas level psikologis 7.000, maka terbuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan reli menuju rentang 7.020 hingga 7.150 dalam waktu dekat.
Namun, skenario sebaliknya tetap perlu diwaspadai. Apabila tekanan jual meningkat akibat kekhawatiran fiskal atau sentimen negatif dari data tenaga kerja AS, indeks berpotensi kembali menguji area dukungan (support) di rentang 6.750 hingga 6.850.
Efektivitas penguatan hari ini sangat bergantung pada bagaimana pasar merespons rilis data inflasi dan neraca dagang yang akan diumumkan dalam beberapa jam ke depan.
Berita Terkait
-
Iran Klaim AS Respons Proposal Perdamaian 14 Poin via Pakistan
-
IHSG Mulai Menghijau di Senin Pagi Balik ke Level 7.000
-
IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street
-
Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS
-
15 Saham Antre IPO: Mayoritas Perusahaan Besar, Ini Rinciannya
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Cek Katalog Promo Superindo Weekday Terbaru 4-7 Mei 2026, Diskon Gila-gilaan Awal Pekan
-
Telin dan DITO Telecommunity Perkuat Konektivitas Regional, Dorong Akselerasi Ekosistem Digital
-
Harga Pangan Nasional 4 Mei 2026: Bawang Merah Tembus Rp52.700/Kg, Cabai dan Gula Ikut Meroket
-
Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun
-
LG Lebaran Sehat Hadir di Pasirlangu, Bangkitkan Harapan Warga Pascabencana
-
Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah
-
Apa Itu CNG? Ini Calon Pengganti LPG yang Diklaim Lebih Murah hingga 40 Persen!
-
Pemerintah Minta Diversifikasi Produk IKM Demi Tumbuhkan Ekspor Kerajinan
-
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.337 pada Awal Bulan Mei
-
IHSG Mulai Menghijau di Senin Pagi Balik ke Level 7.000