Bisnis / Makro
Senin, 04 Mei 2026 | 10:31 WIB
Pergerakan IHSG terus melemah pada perdagangan Kamis (30/4/2026). [Antara].
Baca 10 detik
  • IHSG di Bursa Efek Indonesia melonjak 0,46 persen ke level 6.988,92 pada perdagangan Senin pagi, 4 Mei 2026.
  • Penguatan indeks didorong oleh sentimen positif meredanya konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
  • Investor memantau rilis data ekonomi makro domestik serta AS untuk mengantisipasi arah kebijakan moneter dan stabilitas fiskal.

Lebih lanjut, agenda besar berikutnya adalah pengumuman pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I 2026 pada 5 Mei besok.

Data ini akan menjadi tolok ukur seberapa tangguh daya beli dan aktivitas ekonomi nasional di tengah tekanan inflasi global.

Sederet data lain seperti cadangan devisa, indeks harga properti, hingga angka penjualan otomotif yang akan menyusul pada akhir pekan juga menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen portofolio investor.

Di sisi lain, isu mengenai kesehatan fiskal turut mewarnai perbincangan di lantai bursa. Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga akhir Maret mencatatkan defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara dengan 0,93 persen terhadap PDB.

Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan defisit pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang berada di level 0,43 persen.

Pelebaran defisit ini terjadi seiring dengan kenaikan belanja negara yang mencapai 31,4 persen atau senilai Rp815 triliun, sementara pendapatan negara terkumpul Rp574,9 triliun.

"Investor akan mencermati perkembangan realisasi APBN 2026 ini di tengah kekhawatiran akan disiplin fiskal dan dampaknya terhadap ekonomi," jelas Ratna.

Keseimbangan antara belanja pemerintah untuk stimulasi ekonomi dan disiplin fiskal menjadi poin krusial yang dipantau oleh investor asing dalam menilai stabilitas jangka panjang ekonomi Indonesia.

Proyeksi Teknikal IHSG

Baca Juga: Iran Walk Out dari Kongres FIFA 2026, Infantino Takut dan Tunduk pada AS

Melihat dinamika tersebut, IHSG secara teknikal berada dalam posisi yang menentukan. Jika indeks mampu mempertahankan kekuatannya dan konsisten berada di atas level psikologis 7.000, maka terbuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan reli menuju rentang 7.020 hingga 7.150 dalam waktu dekat.

Namun, skenario sebaliknya tetap perlu diwaspadai. Apabila tekanan jual meningkat akibat kekhawatiran fiskal atau sentimen negatif dari data tenaga kerja AS, indeks berpotensi kembali menguji area dukungan (support) di rentang 6.750 hingga 6.850.

Efektivitas penguatan hari ini sangat bergantung pada bagaimana pasar merespons rilis data inflasi dan neraca dagang yang akan diumumkan dalam beberapa jam ke depan.

Load More