Bisnis / Ekopol
Rabu, 06 Mei 2026 | 13:53 WIB
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI di DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Grace Natalie dipolisikan 40 ormas terkait kritik video ceramah Jusuf Kalla soal konsep syahid.
  • Eks Ketum PSI ini dinilai melakukan penghasutan elektronik bersama Ade Armando dan Abu Janda.
  • Grace menjabat Komisaris MIND ID dan menuntut klarifikasi JK demi menjaga kerukunan umat.

Suara.com - Sosok Grace Natalie Louisa kembali menjadi sorotan publik. Namun kali ini, bukan soal kebijakan industri pertambangan, melainkan buntut dari tanggapannya terhadap potongan video ceramah mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK). Komisaris Independen BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) ini resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh puluhan organisasi masyarakat (ormas) Islam.

Kasus ini bermula dari unggahan di akun Instagram pribadinya, @gracenat, pada April 2026 lalu. Dalam unggahan tersebut, Grace mengkritik keras pernyataan JK saat memberikan ceramah di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Maret 2026. Fokus kritiknya tertuju pada konsep "syahid" yang menurutnya telah didistorsi oleh JK.

"Menurut Pak Jusuf Kalla, baik di Kristen maupun Islam sama-sama berpendapat bahwa mati dan mematikan orang adalah syahid. Ini adalah pernyataan yang sangat fatal apalagi diucapkan oleh seorang tokoh nasional senior," tegas Grace dalam videonya.

Grace menilai, menyamakan ajaran kasih dalam Kristen dengan narasi kekerasan merupakan kesalahan besar yang berpotensi memicu polarisasi. Ia pun mendesak JK untuk segera melakukan klarifikasi dan meminta maaf ke publik.

Namun, langkah Grace tersebut justru berujung meja hijau. Aliansi Ormas Islam Menjaga Kerukunan Umat yang terdiri dari 40 organisasi menilai tindakan Grace, bersama Ade Armando dan Abu Janda, sebagai upaya penghasutan melalui media elektronik. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI.

Karier Mentereng di Media dan BUMN

Di luar kisruh politik ini, Grace Natalie adalah sosok dengan rekam jejak profesional yang panjang. Perempuan kelahiran Jakarta, 4 Juli 1982 ini mengawali kariernya sebagai jurnalis televisi ternama di SCTV, ANTV, hingga tvOne. Ketegasannya di depan kamera sempat membawanya menjadi CEO Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 2012.

Dunia politik kemudian menjadi pelabuhan berikutnya. Alumnus Akuntansi Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie ini mendirikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan menjabat sebagai Ketua Umum pertama (2014-2021).

Puncak karier profesionalnya di pemerintahan tercapai saat ia ditunjuk sebagai Komisaris MIND ID melalui RUPST Tahun Buku 2023 pada Juni 2024. Sebagai petinggi di holding industri pertambangan yang mengelola kekayaan alam strategis Indonesia, sosok Grace kini berada di persimpangan antara tanggung jawab korporasi negara dan riuh rendah dinamika politik nasional.

Baca Juga: Berapa Kekayaan Grace Natalie? Kini Dipolisikan oleh 40 Ormas Islam

Load More