- BRI mendukung penuh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menindak tiga petinggi KoinWorks terkait kasus korupsi penyaluran kredit.
- Kejati DKI Jakarta menahan tiga tersangka PT Lunaria Annua Teknologi atas dugaan manipulasi dokumen dan kerugian Rp600 miliar.
- BRI memperketat sistem manajemen risiko dan verifikasi berlapis untuk menjaga kepercayaan nasabah serta prinsip kehati-hatian perbankan.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi keuangan, yang menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan transparansi, dengan proaktif mendukung penegakan hukum terhadap kasus dugaan korupsi oleh KoinWorks.
Langkah tegas BRI ini diambil bukan tanpa alasan. Sebagai perusahaan terbuka yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional, BRI memandang bahwa kepercayaan nasabah adalah aset yang paling berharga.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan pihaknya mendukung Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang kekinian menahan tiga petinggi PT Lunaria Annua Teknologi (LAT) atau KoinWorks.
Tak hanya itu, Dhanny melalui keterangan resminya menyatakan BRI siap membantu penyidik dengan menyediakan data maupun informasi yang diperlukan untuk memperjelas duduk perkara.
“BRI menghormati dan mendukung proses penegakan hukum yang tengah berjalan di Kejati DKI. Tentu saja, perseroan akan bersikap kooperatif dan mengikuti seluruh proses sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Dhanny, Kamis (7/5/2026).
Konsistensi pada GCG dan Prudential Banking
Dalam era transformasi digital, kolaborasi antara perbankan konvensional dengan fintech memang menawarkan kemudahan, namun juga membawa kompleksitas risiko yang tinggi.
Menyadari hal tersebut, kata dia, BRI secara konsisten mengedepankan prinsip prudential banking atau prinsip kehati-hatian dalam setiap langkah ekspansi bisnisnya.
Dia menegaskan, implementasi Good Corporate Governance (GCG) di internal BRI, dipastikan bukan sekadar formalitas atau slogan semata.
Baca Juga: 3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
Prinsip ini diterjemahkan ke dalam protokol operasional yang disiplin dan pengawasan yang ketat di seluruh unit kerja, mulai dari kantor pusat hingga unit terkecil di daerah.
Dhanny menekankan, manajemen risiko yang terukur adalah kunci bagi BRI dalam menghadapi berbagai tantangan operasional.
Hal ini sangat krusial untuk melindungi dana nasabah dan menjaga stabilitas keuangan perusahaan dalam jangka panjang, terutama saat bekerja sama dengan entitas luar seperti platform fintech.
Ia menambahkan, dalam menjalankan kegiatan bisnis dan operasional, BRI senantiasa mengedepankan prinsip GCG, prudential banking, serta manajemen risiko dalam setiap proses bisnis perusahaan.
Penguatan Sistem dan Verifikasi Berlapis
Kasus KoinWorks ini menjadi momentum krusial bagi BRI, untuk semakin memperketat sistem pengawasan internalnya.
Tag
Berita Terkait
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Dari Gang Kecil ke Panggung Dunia, Priska Bawa Budaya terbang Lebih Tinggi Bersama BRI
-
Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi
-
BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan
-
Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?
-
Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini
-
Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian
-
BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru
-
Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya
-
Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS
-
Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya