- Cole Tomas Allen melakukan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump pada acara White House Correspondents Dinner, 25 April 2026.
- Laporan intelijen DHS menyebutkan motivasi pelaku didasari ketidakpuasan kebijakan politik pemerintahan Trump serta konflik terkait perang Iran.
- Pelaku kini menghadapi berbagai dakwaan berat atas serangan tersebut dan terancam menerima hukuman penjara seumur hidup jika terbukti.
Suara.com - Pelaku penembakan dalam acara White House Correspondents Dinner (WHCD), Cole Tomas Allen, diduga termotivasi oleh perang Iran ketika melakukan serangan dan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta sejumlah pejabat pemerintahan lainnya.
Dugaan tersebut muncul dalam laporan intelijen awal Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) yang dirilis pada 27 April 2026.
Dokumen itu menyebut Allen memiliki kegelisahan terhadap kebijakan politik pemerintahan Trump.
Laporan dari Office of Intelligence and Analysis DHS menyimpulkan Perang Iran mungkin berkontribusi terhadap keputusan tersangka melakukan serangan.
Menurut Reuters, laporan tersebut menjadi petunjuk paling jelas sejauh ini terkait motif di balik penembakan yang mengguncang acara tahunan jurnalis Gedung Putih pada 25 April lalu.
Jaksa federal sebelumnya menyebut Allen tidak setuju secara politik dengan kebijakan Trump dan ingin melawan balik terhadap keputusan pemerintah yang dianggapnya bermasalah secara moral.
Beberapa saat sebelum penembakan terjadi, Allen dilaporkan mengirim email anti-Trump kepada anggota keluarganya.
Dalam pesan itu, ia menyebut dirinya sebagai Friendly Federal Assassin dan diduga menyebut Trump sebagai pengkhianat.
Insiden penembakan tersebut sempat memicu kepanikan di lokasi acara yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi dan tokoh publik Amerika Serikat. Presiden Trump dan Ibu Negara Melania Trump selamat dari serangan tersebut.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat
Allen, lulusan California Institute of Technology
berusia 31 tahun, kini menghadapi sejumlah dakwaan berat.
Cole Tomas Allen didakwa atas percobaan pembunuhan presiden Amerika Serikat, menyerang petugas federal dengan senjata mematikan, membawa senjata api lintas wilayah, serta melepaskan tembakan dalam tindak kekerasan.
Jika terbukti bersalah, Allen terancam hukuman penjara seumur hidup.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!