Bisnis / Keuangan
Selasa, 12 Mei 2026 | 08:49 WIB
IHSG telah mengalami penurunan tajam 20 persen sejak awal tahun karena sentimen MSCI hingga perang. [Suara.com/Rina Anggraeni].
Baca 10 detik
  • IHSG merosot 20,14 persen sepanjang tahun 2026 akibat penundaan rebalancing MSCI dan sentimen perang Amerika Serikat dengan Iran.
  • Investor asing menarik dana sebesar Rp 48,46 triliun dari pasar modal Indonesia yang menyebabkan kapitalisasi pasar terkoreksi signifikan.
  • Mandiri Sekuritas menyatakan pengumuman indeks global MSCI pada 12 Mei 2026 menjadi penentu aliran modal asing ke depan.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami gejolak pada tiga bulan pertama tahun 2026. Kinerja IHSG bobrok setelah diawalin penundaan Rebalancing MSCI pada awal tahun.

Berdasarkan data Stockbit, Selasa (12/5/2026), hingga saat ini atau year-to-date, IHSG telah merosot 20,14 persen dari level 8.646 menuju level 6.905.

Tidak hanya penundaan pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG juga tertekan sentimen perang antara Amerika Serikat dan Iran, yang membuat harga minyak dunia melonjak.

IHSG telah mengalami penurunan tajam 20 persen sejak awal tahun karena sentimen MSCI hingga perang. [Antara].

Sementara data Philips Sekurits, secara year-to-date investor asing telah membawa kabur dananya dari pasar modal Indonesia di pasar reguler sebesar Rp 48,46 triliun.

Anjloknya IHSG otomatis memangkas kapitalisasi pasar atau Market Cap dari Rp 15.046 triliun pada akhir Januari menjadi Rp 12.283 triliun secara year-to-date.

Jadi Penentu Aliran Modal

Mandiri Sekuritas memproyeksikan bahwa pengumuman hasil tinjauan indeks global oleh MSCI pada hari ini akan menentukan aliran dana asing ke Indonesia via pasar modal dalam dua bulan ke depan.

MSCI dijadwalkan mengumumkan MSCI Indonesia Index pada 12 Mei 2026 besok, setelah pada Februari lalu membekukan indeksnya di Tanah Air. Pengumuman besok sudah diantisipasi oleh para pelaku pasar mengingat sejak Februari lalu Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan sudah melakukan sejumlah reformasi pasar sesuai permintaan MSCI.

Deputi Kepala Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat, di Jakarta, Senin (11/5/2026) mengatakan apakah bobot emiten Indonesia dalam indeks MSCI dipertahankan, ditambah, atau dikurangi akan menentukan arah aksi beli maupun jual investor asing dalam dua bulan ke depan.

Baca Juga: Jelang Pengumuman MSCI, Saham 'Gorengan' dan 'Konglomerat' Bisa Bikin IHSG Turun Kelas!

Deputi Kepala Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat, di Jakarta, Senin (11/5/2026) mengatakan apakah bobot emiten Indonesia dalam indeks MSCI dipertahankan, ditambah, atau dikurangi akan menentukan arah aksi beli maupun jual investor asing dalam dua bulan ke depan.

"Mengenai target IHSG ke depannya, kami masih menjaga target IHSG kami di 9.050 poin. Tapi kembali memang kami melihat potensi revisi ke bawah mengingat adanya potensi tekanan margin akibat dari volatilitas makro yang meningkat dan juga tekanan beban energi ke depannya," kata Kresna.

Load More