- Harga emas Antam per gram melonjak menjadi Rp2.859.000 pada Selasa, 12 Mei 2026 dibandingkan hari sebelumnya.
- Harga beli kembali emas Antam naik sebesar Rp50.000 menjadi Rp2.676.000 per gram pada hari tersebut.
- Harga emas dunia menguat dipicu ketidakpastian geopolitik AS-Iran serta antisipasi pelaku pasar terhadap data inflasi Amerika.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 12 Mei 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.859.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu melonjak Rp 40.000 dibandingkan Senin, 11 Mei 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.676.000 per gram.
Harga buyback itu juga ikut lompat tinggi Rp 50.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0,5 gram: Rp1.483.199
- 1 gram: Rp2.866.148
- 2 gram: Rp5.672.145
- 3 gram: Rp8.483.155
- 5 gram: Rp14.105.175
- 10 gram: Rp28.155.213
- 25 gram: Rp70.262.218
- 50 gram: Rp140.445.238
- 100 gram: Rp280.812.280
- 250 gram: Rp701.765.038
- 500 gram: Rp1.403.319.550
- 1.000 gram: Rp2.806.599.000
Harga Emas Dunia Melesat
Harga emas dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan awal Asia, Selasa (12/5/2026), di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan pelaku pasar yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).
Mengutip FXStreet, harga emas spot (XAU/USD) diperdagangkan di kisaran 4.750 dolar AS per ons troi. Penguatan logam mulia terjadi seiring pasar mencermati perkembangan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Kompak Turun, Cek Update Terbaru di Pegadaian
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menolak proposal perdamaian Iran pada akhir pekan lalu dan menyebut tawaran tersebut sama sekali tidak dapat diterima”. Sikap tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik yang dapat menjaga harga minyak mentah tetap tinggi.
Meski demikian, Trump pada Senin menyatakan bahwa peluang gencatan senjata antara kedua negara masih berada dalam kondisi kritis.
Situasi geopolitik tersebut membuat investor kembali melirik emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global.
Selain tensi geopolitik, fokus pasar juga tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen atau Consumer Price Index (CPI) AS periode April yang dijadwalkan diumumkan Selasa waktu setempat.
Data CPI utama diperkirakan naik menjadi 3,7 persen secara tahunan atau year on year (YoY), lebih tinggi dibandingkan 3,3 persen pada Maret. Kenaikan dipicu lonjakan harga energi, terutama minyak mentah.
Sementara itu, inflasi inti AS diproyeksikan naik menjadi 2,7 persen YoY pada April, dari sebelumnya 2,6 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
BEI Ungkap Risiko Saham Indonesia Keluar dari MSCI, Investor Diminta Siap Hadapi Pil Pahit
-
Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.946
-
Saham-saham Paling Banyak Diborong dan Dijual Asing Jelang Pengumuman MSCI
-
Gegara MSCI dan Perang, IHSG Telah Merosot 20,14% Sejak Awal Tahun
-
Pamer Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya Bandingkan Kinerja dengan Sri Mulyani
-
Jelang Pengumuman MSCI, Saham 'Gorengan' dan 'Konglomerat' Bisa Bikin IHSG Turun Kelas!
-
RUPST WIKA: Apri Artoto Ditunjuk jadi Komut Arthur Hedar Komisaris
-
Purbaya Serang Balik Ekonom: Jelek Ribut, Tinggi Ribut Juga, Maunya Apa?
-
Harga Emas Hari Ini Kompak Turun, Cek Update Terbaru di Pegadaian
-
Janji Purbaya kepada Peserta Tax Amnesty