- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi menunda kenaikan tarif royalti tambang strategis demi menciptakan formulasi kebijakan yang saling menguntungkan.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapan mendukung keputusan penundaan tersebut di Jakarta pada 12 Mei 2026.
- Pemerintah tengah menyusun kebijakan baru sektor sumber daya alam yang diproyeksikan mampu meningkatkan pendapatan negara secara signifikan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku siap mengikuti keputusan Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia soal penundaan kenaikan tarif royalti tambang strategis seperti tembaga, timah, nikel, emas, dan perak.
Sebelumnya Menkeu Purbaya sempat mengungkapkan kalau kebijakan royalti tambang berlaku Juni 2026. Namun keputusan itu berubah, dan dirinya pun ditelepon langsung oleh Bahlil.
"Rupanya ada perubahan setelah saya bicara kemarin kan. Itu enggak lama perubahan setelah ngomong, sejak dua jam setelah itu ada perubahan. Pak Bahlil telepon saya, ya sudah saya ikuti," ungkapnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Bendahara Negara membocorkan kalau ada kebijakan lain yang akan memperkuat pendapatan negara dari sektor Sumber Daya Alam. Meski tidak mengungkapkan rinci, ia yakin kebijakan baru itu membuat pendapatan lebih meningkat.
"Kita ikuti saja dari Pak Bahlil nanti seperti apa. Tapi akan ada perubahan yang, tanpa itu pun pendapatan kami akan meningkat, yang penting untuk saya itu," lanjutnya.
Purbaya juga tidak menjelaskan berapa potensi penerimaan negara dari calon kebijakan baru Menteri ESDM Bahlil. Ia hanya memastikan kebijakan ini tidak membuat kegaduhan.
Saat ditanya apakah potensi penerimaan bisa mencapai Rp 200 triliun, Purbaya menjawab kalau angkanya bisa lebih.
"Yang disebutkan sih lebih," jelasnya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi menunda rencana kenaikan tarif royalti tambang strategis seperti tembaga, timah, nikel, emas, dan perak.
Baca Juga: Purbaya Akhirnya Turun Tangan Bantu BI Setelah Rupiah Tembus Rp 17.500
Keputusan krusial ini diambil setelah pemerintah mendengar aspirasi dan masukan dari para pelaku usaha yang khawatir akan dampak lonjakan beban biaya operasional.
Dalam keterangannya di Kantor Kementerian ESDM, Senin (11/5/2026), Bahlil menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang merumuskan formulasi "win-win solution". Tujuannya agar negara tetap mendapatkan pendapatan optimal tanpa mematikan keberlangsungan bisnis para pengusaha tambang.
"Saya pikir saya akan pending untuk membangun formulasi yang baik, yang saling menguntungkan. Negara untung, tapi juga pengusaha harus untung," ujar Bahlil.
Tag
Berita Terkait
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan Bantu BI Setelah Rupiah Tembus Rp 17.500
-
Loloskan Motor Listrik MBG, Purbaya Copot Dirjen Anggaran Luky Alfirman
-
Pamer Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya Bandingkan Kinerja dengan Sri Mulyani
-
Purbaya Serang Balik Ekonom: Jelek Ribut, Tinggi Ribut Juga, Maunya Apa?
-
Menkeu Purbaya Jamin Peserta Tax Amnesty Aman dari Pemeriksaan Ulang, Ini Aturannya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa
-
MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027
-
Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG
-
Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri
-
Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina
-
Kartu Kredit Infinite Prioritas Hasil Kolaborasi BRI dan Visa: Hadirkan Banyak Keuntungan Eksklusif
-
Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?