- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa siap menjelaskan pelemahan Rupiah sebesar Rp17.529 per dolar AS kepada DPR RI di Jakarta.
- Purbaya menegaskan stabilitas nilai tukar Rupiah merupakan kewenangan Bank Indonesia sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 yang berlaku.
- Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah dan Bank Indonesia segera melakukan langkah mitigasi guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku siap memberikan penjelasan ke DPR RI soal pelemahan nilai tukar Rupiah hari ini yang ditutup Rp 17.529 per 1 Dolar AS pada Selasa (12/5/2026).
Menkeu Purbaya kembali menegaskan kalau isu Rupiah lemah adalah urusan Bank Indonesia selaku otoritas moneter, bukan Kemenkeu yang berwenang di fiskal. Namun dia siap apabila diminta penjelasan.
"Tapi kan kalau Rupiah itu urusan bank sentral, bukan urusan Kementerian Keuangan. Ya kita siap masuk (penuhi panggilan DPR)," katanya usai ditemui di acara International Seminar on Debottlenecking Channel di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Bendahara Negara juga mengaku belum mendapatkan undangan resmi dari DPR RI. Tapi jika sudah ada, ia siap datang ke sana.
Purbaya kembali menegaskan kalau pelemahan Rupiah adalah urusan BI, sesuai aturan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tenteng Bank Indonesia.
"Belum ada undangannya sampai sekarang. Tapi saya siap. Kalau saya kan pasif di situ. Harusnya bank sentral saja yang menjelaskan kenapa. Karena tugas bank sentral hanya satu, menurut undang-undang kan, menjaga stabilitas nilai tukar, bukan yang lain," pungkasnya.
Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi serius kondisi nilai tukar Rupiah yang saat ini telah menembus angka Rp17.501,65 per dolar AS.
Ia menegaskan bahwa DPR RI akan mendorong Pemerintah serta Bank Indonesia (BI) untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi agar kondisi ekonomi nasional tidak semakin tertekan.
"Ya tentu saja kita akan meminta kepada pemerintah dan stakeholder yang ada untuk mengantisipasi hal tersebut," ujar Puan saat ditemui usai Rapat Paripurna pembukaan Masa Persidangan V di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi
Ia menjelaskan bahwa pengawasan terhadap nilai tukar ini akan disinkronkan dengan agenda DPR dalam waktu dekat, yaitu pembahasan rancangan anggaran negara. Menurutnya, stabilitas nilai tukar sangat krusial bagi postur fiskal ke depan.
"Dan pada sidang ke depan ini DPR juga akan masuk dalam pembahasan KEM-PPKF yaitu APBN 2027. Karena itu, itu juga termasuk dalam mengantisipasi APBN dan fiskal yang akan datang," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi
-
Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini
-
Pesan Tegas Purbaya: Jabatan Adalah Fungsi Pelayanan, Bukan Sekadar Fasilitas
-
Puan Maharani Tak Tinggal Diam Soal Larangan Nobar Film Pesta Babi: Memang Sensitif!
-
Ucapkan Sumpah, Adela Kanasya Resmi Duduki Kursi DPR yang Ditinggalkan Ayahnya Adies Kadir
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Jelang Rebalancing MSCI, Emiten Sinarmas DSSA Ditinggal Kabur Investor Asing
-
Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%
-
BRI Multiguna Karya Mempermudah Berbagai Rencana Untuk Segala Kebutuhan
-
Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi
-
Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini
-
PTFI dan Masyarakat Papua Tengah: 10 Tahun Perubahan, Harapan Baru untuk Ekonomi Berkelanjutan
-
Langkah Tegas, DJP Jawa Timur Blokir Rekening 3.185 Penunggak Pajak di 11 Bank
-
Pesan Tegas Purbaya: Jabatan Adalah Fungsi Pelayanan, Bukan Sekadar Fasilitas
-
Si Kaya Borong Mobil Listrik, Si Miskin Ribut Upah Tak Naik
-
Rupiah Anjlok Rp17.500 per Dolar AS, Suku Bunga Berpotensi Naik