Bisnis / Keuangan
Selasa, 12 Mei 2026 | 16:39 WIB
Emiten sinarmas PT Dian Swastatika Sentosa Tk (DSSA) ditinggal kabur oleh investor asing jelang rebalancing MSCI. DSSA salah satu saham yang diproyeksikan hengkang dalam daftar MSCI Index. [Ist].
Baca 10 detik
  • Investor asing melepas saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk senilai Rp115,86 miliar pada perdagangan tanggal 12 Mei 2026.
  • Saham DSSA dan BREN akan dihapus dari MSCI Index karena terindikasi memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi.
  • Penghapusan dari indeks MSCI berpotensi memicu tekanan jual signifikan dari para pengelola dana pasif terhadap saham tersebut.

Suara.com - Saham-saham yang diproyeksikan keluar dari MSCI Index mulai ditinggal investor asing pada perdagangan, Selasa, 12 Mei 2026. Salah satunya, emiten Grup Sinarmas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA).

Berdasarkan data Stockbit, pada perdagangan hari ini, DSAA mencatatkan jual bersih investor asing atau Net Foreign Sell mencapai Rp 115,86 miliar.

Namun, perdagangan saham DSSA justru melonjak 2,64 persen atau 30 poin ke level Rp 1.165 per lembar saham.

Ilustrasi pergerakan saham DSSA yang ditinggal kabur oleh investor asing. [Tangkapan Layar/Stockbit].

Akan tetapi, level tersebut justru telah merosot 62,54 persen dari level Rp 3.110 per lembar saham.

Pada perdagangan hari ini sebanyak 243,7 juta lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 283 miliar dan frekuensi 20.620 kali.

Keluar dari MSCI Index

Analisa Stockbit Sekuritas, MSCI diproyeksi tetap akan menghapus saham-saham, di mana kepemilikan mayoritas sahamnya masih tinggi.

"Hal ini sejalan dengan perlakuan MSCI terhadap saham sejenis di pasar lain," tulis Stockbit dalam risetnya.

Beberapa saham yang akan dihapus yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa yang bakal hengkang dari indeks MSCI karena masuk dalam daftar saham dengan kepemilikian terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concertration (HSC).

Baca Juga: Hindari Saham-saham Ini Jelang Rebalancing MSCI

"Sehingga, kedua saham tersebut berpotensi mengalami tekanan jual dari passive fund saat MSCI mengeksekusi deletion," tulis Stockbit.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More