- MSCI Global Standard Indexes resmi mengeluarkan saham BREN dan TPIA milik Prajogo Pangestu dari daftar indeks mereka.
- Keputusan penghapusan kedua saham tersebut didasari oleh tingginya konsentrasi kepemilikan saham oleh pemilik atau *high shareholding concentration*.
- Kinerja saham BREN dan TPIA terus merosot tajam sejak Januari 2026 akibat masifnya aksi jual investor asing.
Suara.com - Taipan Prajogo Pangestu tengah merana imbas dua saham jagoannya terlempar dari MSCI Global Standard Indexes. Dua saham itu yaitu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Hasil Rebalancing MSCI ini di luar dugaan para analis pasar modal, sebab hanya BREN saja yang diprediksi keluar dari indeks.
Dalam pandangan analis BREN memang layak keluar dari MSCI Index, karena masuk dalam saham dengan konsentrasi kepemilikan saham owner yang tinggi atau high shareholding concertration (HSC).
Namun, dua saham tersebut memiliki kinerja yang buruk dalam beberapa bulan terakhir. Mengutip data Stockbit, Rabu (13/5/2026), saham BREN jadi bulan-bulan investor asing untuk lakukan aksi jual.
Saham BREN diperdagangkan pada Selasa (12/5/2026) turun 4,75 persen atau 180 poin ke level Rp 3.610 per lembar saham. Sementara, investor juga membawa kabur dananya sebesar Rp 52,87 miliar dari BREN pada perdagangan selasa kemarin.
Emiten perusahaan energi terbarukan ini harga sahamnya juga telah merosot tajam sejak Januari 2026.
Saham BREN telah turun 62,78 persen secara tahun berjalan atau year-to-date. Pada 2 Januari BREN sempat menyentuh level Rp 9.675 per lembar saham.
Begitu juga saham TPIA, di mana investor asing mulai hengkang. Pada perdagangan kemarin emiten petrokimia ini stagnan di level Rp 5.050 per lembar saham.
Namun, investor asing melakukan aksi jual sebesar Rp 60,90 miliar pada perdagangan Selasa kemarin.
Baca Juga: IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada
Sementara, saham TPIA juga jatuh sangat dalam sejak awal perdagangan Januari 2026. TPIA telah merosot 27,80 persen dari level pada 2 Januari Rp 7.050 per lembar saham.
Sebelumnya, Analisa Stockbit Sekuritas, MSCI diproyeksi tetap akan menghapus saham-saham, di mana kepemilikan mayoritas sahamnya masih tinggi.
"Hal ini sejalan dengan perlakuan MSCI terhadap saham sejenis di pasar lain," tulis Stockbit dalam risetnya.
Beberapa saham yang akan dihapus yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa yang bakal hengkang dari indeks MSCI karena masuk dalam daftar saham dengan kepemilikian terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concertration (HSC).
"Sehingga, kedua saham tersebut berpotensi mengalami tekanan jual dari passive fund saat MSCI mengeksekusi deletion," tulis Stockbit.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha
-
Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan
-
Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang