- PT PLN Indonesia Power bekerja sama dengan DevvStream Inc. mengembangkan proyek PLTS off-grid untuk pasar karbon global.
- Penandatanganan kesepakatan dilakukan di Jakarta sebagai bagian dari strategi transformasi bisnis beyond kWh yang lebih berkelanjutan.
- Proyek ini akan menghasilkan sertifikat penurunan emisi yang akan dimonetisasi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan di pasar internasional.
Suara.com - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mulai membidik sumber cuan baru dari bisnis pasar karbon global. Langkah itu dilakukan melalui kerja sama pengembangan proyek energi surya berbasis Solar PV solution yang dikombinasikan dengan monetisasi kredit karbon internasional.
Kerja sama tersebut ditandai lewat penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) antara PLN Indonesia Power dan perusahaan asal Kanada, DevvStream Inc., di Jakarta.
Melalui kolaborasi ini, PLN IP akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) off-grid di berbagai lokasi di Indonesia. Proyek tersebut nantinya menghasilkan sertifikat penurunan emisi atau Verified Emission Reduction (VER) yang akan dipasarkan ke pasar karbon global melalui DevvStream.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernardus Sudarmanta mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis perseroan menuju model bisnis beyond kWh yang lebih berkelanjutan.
"Pengembangan Solar PV solution berbasis off-grid ini merupakan bagian dari inovasi PLN Indonesia Power dalam menghadirkan solusi energi bersih disisi operasional sekaligus membuka peluang monetisasi karbon. Ini adalah wujud nyata transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang lebih bernilai tambah." ujar Bernadus di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, konsep beyond kWh yang dikembangkan PLN IP tidak lagi hanya mengandalkan penjualan listrik semata. Perseroan kini mulai memperluas bisnis ke layanan energi terintegrasi, mulai dari penyediaan energi baru terbarukan, pengelolaan emisi karbon, hingga optimalisasi aset energi pelanggan.
Adapun proyek PLTS yang dikembangkan merupakan PLTS off-grid self-consumption, yakni sistem tenaga surya yang digunakan untuk kebutuhan sendiri dan tidak terhubung dengan jaringan listrik utama.
Skema ini dinilai memberikan fleksibilitas bagi pelanggan dalam memenuhi kebutuhan energi secara mandiri sekaligus membantu pengurangan emisi gas rumah kaca.
CEO DevvStream Inc. Sunny Trinh menilai model bisnis yang dikembangkan PLN Indonesia Power memiliki prospek besar di pasar karbon internasional.
Baca Juga: METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru
"Kami melihat potensi besar dari model Solar PV off-grid yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Ini merupakan pendekatan inovatif yang tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pasar karbon global." kata Sunny Trinh.
Kerja sama ini sekaligus mempertegas langkah PLN Indonesia Power dalam memperluas portofolio bisnis energi hijau di tengah dorongan transisi energi nasional menuju target Net Zero Emissions.
Ke depan, PLN IP juga berencana memperluas implementasi Solar PV solution sebagai bagian dari strategi transisi energi sekaligus mengoptimalkan peluang pendapatan baru dari perdagangan karbon global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Intip Strategi PGN Berdayakan UMKM Inklusif
-
Purbaya Bongkar Jurus Baru Dongkrak Ekonomi, Kendaraan Listrik Jadi Andalan
-
Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China
-
Gaji UMR Bisa Beli Rumah? Ini Strategi Finansial dan Tipsnya
-
Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya
-
IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada
-
Saham Konglomerasi Berguguran dari Rebalancing MSCI, Ini Daftarnya
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH