- Lembaga MSCI melakukan penyesuaian rebalancing pasar modal Indonesia dengan menghapus sejumlah saham dari indeks Global dan Small Cap.
- Terdapat enam saham keluar dari MSCI Global Standard dan tiga belas saham hengkang dari kategori MSCI Small Cap.
- Perubahan komposisi indeks ini mulai berlaku efektif per 1 Juni 2026 dan berpotensi memicu arus modal keluar signifikan.
Suara.com - Lembaga pemeringkat Morgan Stanley Capital International (MSCI) akhirnya mengeluarkan hasil penyesuaian atau rebalancingnya terhadap pasar modal Indonesia.
Hasilnya, seperti yang sudah diproyeksikan para analis yaitu banyak saham-saham konglomerasi yang terlempar dari MSCI Index.
Mengutip situs resmi MSCI, Rabu (13/5/2026), terdapat enam beberapa saham yang terhapus dari MSCI Global Standard Indexes List, serta 13 saham hengkang dari MSCI Small Cap Indexes.
Berikut Daftar 6 Saham yang terlempar dari MSCI Global Standard Indexes List:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
- Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Sementara, MSCI mengumumkan, setelah terlempar dari MSCI Global Standard Indexes List AMRT justru masuk dalam MSCI Small Cap Indexes. Sedangkan, 13 saham justru terlempar dari saham tersebut.
Berikut daftar saham yang hengkang:
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
- PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
- PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
- PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
- PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
- PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
- PT Mitra Keluarga Tbk (MIKA)
- PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
- PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
- PT Sawit Sumbermas Tbk (SSMS)
- PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
Adapun, pengumuman ini berlaku efektif pada 1 Juni 2026 mendatang. Diperkirakan arus modal keluar akan kencang pada saham-saham tersebut.
Sementara, MSCI akan mengumumkan kembali hasil rebalancing pada 12 Agustus 2026 dan berlaku pada 1 September 2026.
Baca Juga: Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha