- IHSG merosot 1,98 persen pekan lalu dengan aksi jual investor asing mencapai Rp1,35 triliun pada saham perbankan.
- Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memicu kepanikan di Wall Street serta bursa Asia dan menekan pasar domestik.
- Investor disarankan menerapkan manajemen risiko ketat serta mencermati sektor energi sebagai langkah antisipasi terhadap volatilitas pasar saat ini.
Rekomendasi Saham IHSG dan Ide Trading Harian
Berdasarkan analisis teknikal dari Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksinya.
Untuk mengantisipasi penurunan lebih lanjut, investor perlu mencermati level Support di rentang 6500-6600, sedangkan posisi Resist berada di area 6780-6850.
Di tengah koreksi pasar, sektor energi dan logistik komoditas justru berpotensi menjadi tempat berlindung (safe haven) sementara bagi para trader harian karena diuntungkan oleh kenaikan harga minyak. Berikut beberapa ide trading dari BNI Sekuritas untuk hari ini:
ADRO (Sektor Batu Bara): Speculative Buy di area 2470-2500, target terdekat 2560-2630, batasi risiko (cutloss) jika berada di bawah 2420.
AKRA (Logistik & Distribusi BBM): Speculative Buy di kisaran 1400-1440, target terdekat 1475-1500, cutloss di bawah 1400.
ENRG (Minyak & Gas): Buy on Weakness di area 1580-1600, target harga di 1630-1650, disiplin cutloss jika menembus ke bawah 1580.
ITMG (Sektor Batu Bara): Speculative Buy di area 23750-23950, dengan target terdekat 24100-24250.
Saham Pantauan Lain: Saham MEDC (area beli 1550-1570, target 1590-1640) dan saham pelayaran SMDR serta teknologi WIFI juga layak dicermati untuk pergerakan jangka pendek.
Baca Juga: IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026
Dalam kondisi pasar yang sangat volatil akibat sentimen geopolitik, manajemen risiko yang ketat melalui pemasangan order stop loss menjadi hal yang mutlak dilakukan demi melindungi modal kerja Anda.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informatif dan merupakan rangkuman analisis pasar dari sumber terpercaya. Setiap keputusan investasi, baik pembelian maupun penjualan saham, sepenuhnya merupakan tanggung jawab mandiri pembaca dengan mempertimbangkan segala risiko pasar yang melekat.
Berita Terkait
-
Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping
-
IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun