Bisnis / Makro
Senin, 18 Mei 2026 | 07:55 WIB
Pergerakan IHSG terus melemah pada perdagangan Kamis (30/4/2026). [Antara].
Baca 10 detik
  • IHSG merosot 1,98 persen pekan lalu dengan aksi jual investor asing mencapai Rp1,35 triliun pada saham perbankan.
  • Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memicu kepanikan di Wall Street serta bursa Asia dan menekan pasar domestik.
  • Investor disarankan menerapkan manajemen risiko ketat serta mencermati sektor energi sebagai langkah antisipasi terhadap volatilitas pasar saat ini.

Rekomendasi Saham IHSG dan Ide Trading Harian

Berdasarkan analisis teknikal dari Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksinya.

Untuk mengantisipasi penurunan lebih lanjut, investor perlu mencermati level Support di rentang 6500-6600, sedangkan posisi Resist berada di area 6780-6850.

Di tengah koreksi pasar, sektor energi dan logistik komoditas justru berpotensi menjadi tempat berlindung (safe haven) sementara bagi para trader harian karena diuntungkan oleh kenaikan harga minyak. Berikut beberapa ide trading dari BNI Sekuritas untuk hari ini:

ADRO (Sektor Batu Bara): Speculative Buy di area 2470-2500, target terdekat 2560-2630, batasi risiko (cutloss) jika berada di bawah 2420.

AKRA (Logistik & Distribusi BBM): Speculative Buy di kisaran 1400-1440, target terdekat 1475-1500, cutloss di bawah 1400.

ENRG (Minyak & Gas): Buy on Weakness di area 1580-1600, target harga di 1630-1650, disiplin cutloss jika menembus ke bawah 1580.

ITMG (Sektor Batu Bara): Speculative Buy di area 23750-23950, dengan target terdekat 24100-24250.

Saham Pantauan Lain: Saham MEDC (area beli 1550-1570, target 1590-1640) dan saham pelayaran SMDR serta teknologi WIFI juga layak dicermati untuk pergerakan jangka pendek.

Baca Juga: IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026

Dalam kondisi pasar yang sangat volatil akibat sentimen geopolitik, manajemen risiko yang ketat melalui pemasangan order stop loss menjadi hal yang mutlak dilakukan demi melindungi modal kerja Anda.


DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informatif dan merupakan rangkuman analisis pasar dari sumber terpercaya. Setiap keputusan investasi, baik pembelian maupun penjualan saham, sepenuhnya merupakan tanggung jawab mandiri pembaca dengan mempertimbangkan segala risiko pasar yang melekat.

Load More