Bisnis / Keuangan
Kamis, 14 Mei 2026 | 08:10 WIB
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].
Baca 10 detik
  • IHSG di Bursa Efek Indonesia melemah 3,53 persen ke level 6.723,320 selama periode 11 hingga 13 Mei 2026.
  • Aksi jual bersih investor asing mencapai Rp1,531 triliun dalam satu hari yang menekan sentimen pasar domestik secara signifikan.
  • Kapitalisasi pasar BEI menyusut 4,68 persen menjadi Rp11.825 triliun seiring penurunan frekuensi, nilai, dan volume transaksi perdagangan harian.

Suara.com - Laju IHSG hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren melemah dalam periode perdagangan singkat pada 11 hingga 13 Mei 2026.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona negatif dengan mengalami penurunan sebesar 3,53 persen ke level 6.723,320, merosot cukup tajam dari posisi 6.936,396 pada penutupan pekan sebelumnya.

Penurunan ini membuat banyaknya arus modal asing yang keluar cukup deras.

"Sentimen negatif pasar dipertegas dengan aksi investor asing yang mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp1,531 triliun dalam satu hari perdagangan terakhir," kata Seketaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/5/2026).

Dia menjelaskan, sepanjang tahun 2026 berjalan, tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan kian terasa seiring dengan akumulasi nilai jual bersih investor asing yang kini telah mencapai angka Rp40,823 triliun.

Selain itu, kondisi pasar saham Indonesia yang fluktuatif juga berdampak langsung pada nilai kapitalisasi pasar di bursa domestik.

Ilustrasi suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI). [Antara]

Data BEI mencatatkan terjadinya penyusutan kapitalisasi pasar sebesar 4,68 persen menjadi Rp11.825 triliun, di mana angka ini berkurang signifikan dari perolehan pekan lalu yang masih bertengger di angka Rp12.406 triliun.

Penurunan ini juga diikuti oleh melambatnya aktivitas perdagangan harian di lantai bursa.

Rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan mengalami perubahan sebesar 0,56 persen, yakni menjadi 2,53 juta kali transaksi dari 2,55 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Baca Juga: Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Koreksi lebih dalam terlihat pada rata-rata nilai transaksi harian yang anjlok sebesar 18,78 persen menjadi Rp18,82 triliun dari semula Rp23,05 triliun.

Sejalan dengan hal tersebut, rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini turut mengalami penurunan sebesar 22,01 persen menjadi 35,76 miliar lembar saham, dibandingkan 45,86 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Load More