- Pengamat Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah tertekan dengan kisaran Rp17.260 hingga Rp17.930 per dolar AS pada perdagangan pekan depan.
- Pergerakan rupiah dipengaruhi penguatan indeks dolar AS yang didorong ketidakpastian geopolitik Timur Tengah serta harga minyak dunia.
- Sentimen hubungan dagang Amerika Serikat dan Tiongkok menjadi faktor penentu volatilitas pasar keuangan global di masa mendatang.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan masih akan menghadapi tekanan eksternal yang cukup kuat pada perdagangan pekan depan.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan indeks dolar AS berpotensi bergerak menguat dan melebar, yang berimplikasi langsung pada fluktuasi mata uang Garuda yang saat ini berada di level Rp17.597 per dolar AS.
Berdasarkan analisis teknikal, indeks dolar AS diperkirakan akan bergerak dalam rentang support di level 97,300 dan resistance di level 101,100.
“Pertama untuk US dolar sendiri, indeks dolar kemungkinan besar dalam perdagangan minggu depan itu akan melebar, ya, support-nya di 97.300, resistance-nya itu di 101.100,” ujar Ibrahim kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).
Simulasi Pergerakan Kurs Rupiah
Melalui simulasi pergerakan indeks dolar global terhadap posisi mata uang domestik saat ini, Ibrahim memetakan bahwa nilai tukar rupiah berpotensi bergerak dinamis di kisaran Rp17.260 hingga Rp17.930 per dolar AS.
Apabila indeks dolar global melandai menuju area support 97,300, mata uang rupiah memiliki ruang untuk menguat tipis ke kisaran Rp17.260 per dolar AS.
Sebaliknya, jika sentimen global mendorong indeks dolar menanjak ke zona resistance 101,100, nilai tukar rupiah berisiko melemah dan mendekati level Rp17.930 per dolar AS.
Faktor utama yang membayangi pergerakan ini adalah kombinasi dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, fluktuasi harga minyak mentah dunia, serta dinamika hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Ibrahim menilai tren penguatan dolar AS saat ini bergerak selaras dengan peluang kenaikan harga minyak dunia. Kondisi ini berpotensi memperlebar defisit bagi negara-negara berkembang yang berstatus net importir minyak, termasuk Indonesia.
“Artinya apa? Harga minyak, indeks dolar, ini masih akan menguat, ya, di minggu depan. Nanti ada apa, nanti akan lihat di fundamentalnya,” jelasnya.
Salah satu fokus utama pasar saat ini tertuju pada koridor logistik laut di Selat Hormuz. Selama ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat belum menunjukkan tanda-tanda rekonsiliasi, pelaku pasar diperkirakan akan tetap mempertahankan permintaan yang tinggi terhadap dolar AS sebagai aset aman (safe haven).
“Trump sendiri bolak-balik ingin adanya kesepakatan. Bukan kesepakatan sepihak, tapi kesepakatan bersama untuk apa? Membuka Selat Hormuz,” kata Ibrahim menambahkan.
Sentimen Hubungan Dagang AS-Tiongkok
Di sisi lain, perkembangan diplomasi ekonomi antara dua kekuatan besar dunia juga turut menjadi instrumen penentu sentimen pasar.
Berita Terkait
-
Retorika Pidato Presiden di Nganjuk, Menenangkan atau Menidurkan Logika?
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
4 Dampak Rupiah Melemah Pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari
-
Prabowo Sebut Warga Desa Gak Pakai Dolar: Benarkah Aman dari Dampak Rupiah Melemah?
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga
-
Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia
-
Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan
-
Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini
-
Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta
-
B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO
-
Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak
-
Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat
-
Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%
-
Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun