- Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengunjungi gedung Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 19 Mei 2026.
- Kunjungan dilakukan saat IHSG melemah ke level 6.576 di tengah tren penurunan pasar modal global.
- Pemerintah memantau kondisi pasar untuk memberikan sinyal stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan sentimen internasional.
Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad secara mendadak mendatangi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang terus menunjukkan tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir, Selasa (19/5/2026).
Dasco didampingi CEO Danantara Rosan Roeslani, serta Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria.
Selain itu, hadir pula Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi yang memang diketahui telah berkantor di area BEI.
Kehadiran para "petinggi" ini terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, tepat saat layar perdagangan di main hall BEI didominasi oleh warna merah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada direksi bursa maupun OJK yang sudah bekerja keras, susah payah berusaha menghadapi situasi saat ini. Tentu, kondisi sekarang ini disebabkan pasar global serta dinamika di dalam negeri," kata Dasco.
Dasco mengatakan, dirinya sempat banyak berdiskusi dalam sidak kali ini, terutama tentang strategi meyakinkan investor global yang akan masuk ke bursa maupunj yang sudah eksis.
Tak hanya investor asing, Dasco juga berdiskusi tentang pertumbuhan investor ritel domesik yang memang terus meningkat.
Dasco menjelaskan, BEI telah mereformasi beragam regulasi terkait kenyamanan serta meyakinkan investor lokal agar tetap berada di pasar modal Tanah Air.
"Kami juga mendapat paparan dari direktur BEI soal penyempurnaan regulasi-regulasi. Ini penting untuk meyakinkan serta membuat investor lokal nyaman," kata Dasco.
Baca Juga: BBRI Tebar Kabar Baik saat IHSG Loyo, Saham Menguat Usai Diborong Asing
Menurutnya, investor domestik perlu dibuat nyaman karena hal itu penting bagi penguatan pasal modal ke depan.
IHSG Tertekan di Bawah Level 6.600
Kondisi pasar saat kunjungan Dasco berlangsung memang sedang tidak dalam performa terbaiknya.
IHSG terpantau bergerak cenderung melemah, melanjutkan koreksi tajam yang terjadi pada hari sebelumnya.
Berdasarkan data perdagangan pada pukul 09.25 WIB, IHSG sempat merosot 0,35 persen ke level 6.576,07.
Dalam dinamika tersebut, tercatat 261 saham bergerak menguat, sementara 197 saham melemah, dan 501 saham lainnya stagnan.
Pelemahan pada hari Selasa ini merupakan kelanjutan dari hantaman keras yang terjadi pada Senin (18/5/2026).
Saat itu, indeks terkoreksi sangat dalam, yakni sebesar 1,85 persen atau kehilangan 124,07 poin hingga terlempar ke level 6.599,24.
Data RTI Business mencatat, sebanyak 616 saham parkir di zona merah pada penutupan Senin, dengan nilai transaksi mencapai Rp20,70 triliun dan kapitalisasi pasar yang menyusut ke angka Rp11.562,86 triliun.
Kondisi ini menempatkan IHSG pada posisi yang cukup rentan jika dibandingkan dengan bursa regional.
Sebagai perbandingan, pada periode yang sama, Singapore Straits Times Index (STI) justru mampu mencatat penguatan tipis 0,15 persen ke level 4.996,75.
Sementara itu, bursa China (SSE Composite) dan Jepang (Nikkei 225) masing-masing mencatatkan penurunan sebesar 0,09 persen dan 0,97 persen.
Analisis Bursa: Akumulasi Sentimen Global
Menanggapi fluktuasi yang terjadi, Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor yang menekan pasar domestik.
Menurutnya, penurunan tajam ini merupakan dampak dari akumulasi berbagai sentimen global yang terjadi saat bursa Indonesia sedang libur.
“Bila diakumulasikan koreksi dua hari terakhir pada pasar global Asia, yakni sewaktu kita libur, ditambah ada sedikit koreksi hari ini, memang sama dengan penurunan yang terjadi saat ini. Karenanya, masih inline dalam tren pasar global," kata dia.
Jeffrey juga menepis kekhawatiran berlebihan dari para investor ritel, yang menyamakan kondisi saat ini dengan era pandemi.
Ia menegaskan, struktur pasar modal Indonesia saat ini telah jauh lebih mapan dan kuat. Hal ini dibuktikan dengan basis investor domestik yang telah mencapai angka 27 juta investor.
Meski ada tantangan dari sisi fluktuasi harga komoditas, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, hingga tekanan nilai tukar rupiah, Jeffrey memastikan otoritas bursa menjaga integritas perdagangan agar tetap berjalan sesuai koridor regulasi.
“Kami tak pernah memprediksi angka indeks, tapi bisa dipastikan semua transaksi perdagangan berjalan teratur, efisien, serta wajar. Lalu, kami serahkan ke mekanisme pasar," kata Jeffrey.
Investor Diminta Tetap Tenang
Volatilitas yang tinggi di pasar saham seringkali memicu kepanikan (panic selling), terutama bagi investor pemula.
Jeffrey Hendrik menekankan, pentingnya menjaga rasionalitas dalam mengambil keputusan investasi.
Fokus pada fundamental perusahaan tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi badai di pasar saham.
Pernyataan ini menjadi relevan mengingat pada pekan perdagangan 11—13 Mei 2026, IHSG sempat mencatatkan performa terburuk di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik dengan koreksi sebesar 3,53% ke level 6.723,32.
Padahal, pada periode yang sama, bursa seperti Korea Selatan (KOSPI) mampu melonjak 4,61%, dan Thailand SET Index tumbuh 1,13%.
Kehadiran Sufmi Dasco, Rosan Roeslani, dan Dony Oskaria di BEI hari ini pun diharapkan dapat memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar, bahwa pemerintah dan otoritas terkait terus memantau stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan pasar global yang dinamis.
Tag
Berita Terkait
-
BBRI Tebar Kabar Baik saat IHSG Loyo, Saham Menguat Usai Diborong Asing
-
IHSG Merosot Lagi di Awal Perdagangan, DSSA dan TPIA Terus Anjlok
-
IHSG Bisa Rebound Hari Ini, Saham BUMI dan PTRO Masuk Rekomendasi
-
IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang
-
Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah
-
Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur
-
Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah
-
Pegang Kontrak Hingga 2040, MedcoEnergi Perpanjang Operasional di Oman
-
realme P4 Series Resmi Diumumkan, Bawa Baterai 10.000mAh dan AI Gaming Canggih
-
BBRI Tebar Kabar Baik saat IHSG Loyo, Saham Menguat Usai Diborong Asing
-
Prabowo Mau Mobil Transparan Buat Sapa Rakyat, Purbaya Klaim Anggaran Ada
-
Kolaborasi Industri dan Gerakan Kreatif Hasilkan Karya Seni Edukatif
-
Dilema Pertahanan Harga BBM : Rupiah Melemah dan Minyak Anteng di Atas 100 Dolar AS per Barel
-
Mengapa Biaya Logistik di Indonesia Mahal? Ternyata Ini Akar Masalahnya