Bisnis / Makro
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:02 WIB
Penjual sapi Qurban di kawasan Matraman, Jakarta, Senin (14/8).
Baca 10 detik
  • Penjualan hewan kurban 2026 tetap ramai meski rupiah melemah.
  • DKM jadi penopang utama pembelian sapi dan kambing kurban.
  • Warga tetap prioritaskan kurban meski daya beli tertekan.

Suara.com - Pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan daya beli masyarakat belum menggoyahkan semangat warga untuk berkurban pada Hari Raya Iduladha 2026. Penjualan sapi dan kambing di sejumlah daerah justru terpantau tetap stabil, bahkan mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.

Pedagang hewan kurban di Depok, Jawa Barat, Pepeng (30), mengaku penjualan tahun ini masih berjalan lancar. Menurutnya, permintaan hewan kurban didominasi oleh Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) yang menggalang dana masyarakat untuk pelaksanaan kurban bersama.

“Alhamdulillah penjualan masih lancar. Bahkan dibanding tahun 2025 sekarang cenderung lebih ramai,” kata Pepeng kepada Suara.com, Selasa (19/5/2026).

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan rupiah terhadap dolar AS, Pepeng menilai ibadah kurban memiliki nilai spiritual yang membuat masyarakat tetap berusaha membeli hewan kurban meski kondisi ekonomi sedang berat.

“Kalau urusan kurban itu beda. Ini kaitannya sama akhirat. Jadi orang tetap usahain walaupun kondisi ekonomi lagi susah,” ujarnya.

Menurut dia, banyak masyarakat telah menjadikan kurban sebagai agenda rutin tahunan yang sulit ditinggalkan. Kondisi tersebut membuat permintaan sapi dan kambing relatif terjaga meski harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan.

Pepeng mengatakan pembeli dari kalangan DKM menjadi penopang utama penjualan setiap tahun. Biasanya pengurus masjid sudah mulai menghimpun iuran warga jauh sebelum Iduladha tiba sehingga dana kurban lebih siap dan tidak terlalu terdampak gejolak ekonomi jangka pendek.

“Kebanyakan yang beli memang DKM. Mereka ngumpulin dana umat, terus belinya sapi atau kambing buat kurban bersama,” katanya.

Ia juga mengungkapkan suasana penjualan tahun ini terasa lebih hidup dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan sejumlah pembeli sudah melakukan pemesanan sejak bulan lalu untuk mengantisipasi lonjakan permintaan mendekati hari pemotongan.

Baca Juga: Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

“Sudah ada yang booking dari bulan lalu. Biasanya makin dekat Iduladha makin ramai lagi,” ucap Pepeng.

Untuk jenis hewan, sapi masih menjadi primadona karena banyak dipilih untuk sistem patungan warga di lingkungan masjid. Sementara kambing lebih banyak dibeli oleh perorangan maupun keluarga.

Pepeng optimistis tren positif penjualan hewan kurban akan terus berlanjut hingga Iduladha tiba. Menurutnya, masyarakat cenderung tetap memprioritaskan ibadah kurban meski tekanan ekonomi belum sepenuhnya mereda.

“Kalau buat ibadah, orang biasanya tetap prioritaskan. Apalagi kurban setahun sekali,” pungkasnya.

Load More