- IHSG anjlok 2,40 persen ke level 6.167 pada perdagangan Kamis pagi.
- Posisi IHSG kini menyentuh level terendah dalam 52 minggu terakhir.
- Tekanan global dan aksi jual asing membebani pasar saham RI.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terjerembab pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, IHSG turun tajam 151,14 poin atau 2,40 persen ke level 6.167,36 hingga pukul 10.58 WIB.
Tekanan jual terlihat mendominasi sejak awal perdagangan. IHSG dibuka di level 6.366,48 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 6.378,81 sebelum akhirnya longsor hingga menyentuh level terendah harian di 6.163,56. Posisi tersebut sekaligus menjadi titik terendah baru dalam 52 minggu terakhir.
Pelemahan ini memperpanjang tekanan yang membayangi pasar saham domestik dalam beberapa waktu terakhir. Jika dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level 6.318,50, koreksi kali ini menunjukkan investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar.
Kondisi tersebut kontras dengan performa IHSG dalam setahun terakhir yang sempat mencetak level tertinggi 9.174,47. Kini, jarak antara puncak dan posisi terkini mencerminkan tekanan besar yang dialami pasar modal Indonesia.
Analis menilai sentimen global masih menjadi faktor dominan yang menekan pergerakan IHSG, mulai dari kekhawatiran suku bunga tinggi, arus keluar dana asing, hingga pelemahan nilai tukar rupiah yang memicu aksi jual di sejumlah saham unggulan.
Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga mulai mencermati prospek pertumbuhan ekonomi domestik dan potensi perlambatan konsumsi masyarakat yang dapat memengaruhi kinerja emiten pada kuartal berikutnya.
Meski demikian, sejumlah investor jangka panjang melihat koreksi tajam ini sebagai peluang akumulasi saham berfundamental kuat, terutama pada sektor perbankan dan komoditas yang dinilai masih memiliki prospek positif dalam jangka panjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Badai PHK Belum Usai, 20 Ribu Pekerja RI Terancam Kehilangan Pekerjaan Dalam Waktu Dekat
-
Beras Makin Mahal, Tapi Harga Cabai Rawit Merah Mendadak Jatuh
-
Perang AS-Iran: 6 Juta Barel Lolos dari Selat Hormuz, Harga Minyak Turun
-
Pengusaha Khawatir Pasar Ekspor Terganggu Imbas Pembentukan DSI, Begini Respons Danantara
-
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.652 per Dolar AS
-
IHSG Mulai Reborn, Menghijau di Awal Perdagangan Kamis
-
Pasokan Kritis Akibat Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Melesat ke Level 105 Dolar AS
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram
-
Literasi Keuangan Tertinggal dari Inklusi, Mahasiswa Rentan Terjebak Utang di Era Cashless
-
OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Efek dan Manajer Investasi, Update Modal Minimal