Bisnis / Makro
Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:33 WIB
Ilustrasi telur (Freepik/fabrikasimf)
Baca 10 detik
  • Data PIHPS Nasional menunjukkan harga komoditas pangan di pasar tradisional bervariasi pada Jumat, 22 Mei 2026.
  • Komoditas cabai, daging sapi, dan gula pasir mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan di pasar nasional.
  • Harga komoditas telur, daging ayam, bawang putih, serta minyak goreng tercatat mengalami penurunan pada periode tersebut.

Suara.com - Harga sejumlah komoditas pangan nasional di pasar tradisional menunjukkan pergerakan beragam pada perdagangan pada Jumat (22/5/2026). 

Kenaikan tajam masih terjadi pada komoditas cabai dan daging sapi, sementara beberapa bahan pokok seperti beras, minyak goreng, hingga telur ayam tercatat mengalami penurunan.

Berdasarkan data rata-rata harga pangan nasional dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia yang dilihat melalui situs web bi.go.id/hargapangan pukul 10.15 WIB, cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi di level Rp70.450 per kilogram (kg).

Kendati demikian, harga cabai rawit merah mengalami koreksi tipis sebesar 1,19 persen atau turun Rp850 dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara itu, cabai merah besar masih mencatat kenaikan cukup tinggi. Harga komoditas tersebut naik 2,24 persen atau Rp1.200 menjadi Rp54.850 per kg.

Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting yang tercatat naik 5,53 persen atau Rp2.750 menjadi Rp52.450 per kg. Sedangkan cabai rawit hijau naik 2,71 persen atau Rp1.350 menjadi Rp51.100 per kg.

Di sisi lain, harga daging sapi juga ikut mengalami penguatan. Daging sapi kualitas 1 naik 4 persen atau Rp5.750 menjadi Rp149.350 per kg.

Warga membeli daging sapi di Pasar Senen, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Sementara daging sapi kualitas 2 tercatat naik 4,28 persen atau Rp5.850 menjadi Rp142.500 per kg. Kenaikan harga daging sapi tersebut menunjukkan tekanan harga masih berlangsung pada komoditas protein hewani.

Untuk kelompok beras, tren yang terlihat relatif bervariasi. Beras kualitas bawah I naik 4,56 persen atau Rp650 menjadi Rp14.900 per kg.

Baca Juga: Beras Makin Mahal, Tapi Harga Cabai Rawit Merah Mendadak Jatuh

Sedangkan beras kualitas bawah II justru turun 1,37 persen atau Rp200 menjadi Rp14.450 per kg. Beras kualitas medium I tercatat stagnan di level Rp15.850 per kg.

Beras kualitas medium II naik 3,23 persen atau Rp500 menjadi Rp16.000 per kg. Sementara beras kualitas super I mengalami kenaikan 1,78 persen atau Rp300 menjadi Rp17.150 per kg dan beras kualitas super II naik 2,13 persen atau Rp350 menjadi Rp16.800 per kg.

Pada komoditas bumbu dapur, bawang merah ukuran sedang naik cukup tinggi sebesar 6,73 persen atau Rp3.150 menjadi Rp49.950 per kg.

Sebaliknya, bawang putih ukuran sedang mengalami penurunan 2,66 persen atau Rp1.050 menjadi Rp38.350 per kg.

Harga gula pasir premium juga ikut meningkat sebesar 2,01 persen atau Rp400 menjadi Rp20.350 per kg. Sementara gula pasir lokal naik tipis 0,79 persen atau Rp150 ke level Rp19.250 per kg.

Untuk komoditas minyak goreng, harga minyak goreng curah turun 1,94 persen atau Rp400 menjadi Rp20.250 per kg. Minyak goreng kemasan bermerek I turun 1,84 persen atau Rp450 menjadi Rp24.000 per kg.

Namun, minyak goreng kemasan bermerek II bergerak berlawanan dengan kenaikan 1,73 persen atau Rp400 menjadi Rp23.500 per kg.

Sementara itu, kabar baik datang dari komoditas telur ayam ras segar yang turun 4,15 persen atau Rp1.250 menjadi Rp28.900 per kg. Daging ayam ras segar juga turun cukup dalam sebesar 8,08 persen atau Rp3.200 menjadi Rp36.400 per kg.

Load More