Bisnis / Makro
Minggu, 12 Juli 2026 | 14:19 WIB
Para investor diperingatakan untuk mewaspadai dinamika di bursa dengan IHSG yang terus menguat tapi tak sejalan dengan nilai tukar rupiah dan kondisi riil perusahaan. [Antara]
Baca 10 detik
  • IHSG di Bursa Efek Indonesia menguat 0,83 persen ke level 5.924,3 sepanjang perdagangan periode 6 hingga 10 Juli 2026.
  • Kapitalisasi pasar domestik meningkat sebesar Rp53 triliun menjadi Rp10.340 triliun, didorong oleh kenaikan frekuensi serta volume perdagangan saham harian.
  • Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp421,7 miliar di pasar reguler pada penutupan perdagangan akhir pekan tersebut.

Suara.com - Pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja positif sepanjang perdagangan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data pergerakan saham yang dihimpun pada periode 6 hingga 10 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses membukukan apresiasi sebesar 0,83 persen, yang membawa indeks parkir di posisi 5.924,3 dari penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 5.875,7.

Sejalan dengan penguatan indeks acuan tersebut, nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami pemuaian sebesar 0,51 persen.

Secara nominal, aset kapitalisasi pasar bursa domestik bertambah sebanyak Rp53 triliun, dari yang semula bernilai Rp10.287 triliun pada pekan lalu kini menjadi Rp10.340 triliun.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengonfirmasi bahwa mayoritas parameter perdagangan saham di lantai bursa ditutup pada zona pertumbuhan sepanjang pekan kedua Juli ini. Kenaikan paling signifikan terlihat pada aspek intensitas perdagangan investor.

"Rata-rata frekuensi transaksi harian di bursa sepanjang satu pekan ini mengalami pertumbuhan sebesar 29,69 persen, di mana posisinya naik menjadi 1,87 juta kali transaksi dari catatan pekan sebelumnya yang berada di angka 1,44 juta kali transaksi," jelas Kautsar dalam keterangan resminya pada Minggu (12/7/2026).

Peningkatan aktivitas ini juga tecermin dari volume perdagangan harian rata-rata bursa yang terkerek naik 16,83 persen. Jumlah saham yang berpindah tangan meningkat menjadi 20,49 miliar lembar saham, dibandingkan capaian pekan lalu yang bertengger di angka 17,54 miliar lembar saham.

Meski demikian, pertumbuhan dari sisi volume dan frekuensi tersebut berbanding terbalik dengan nilai perputaran uang di bursa. Rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan justru mengalami penyusutan sebesar 8,88 persen menjadi Rp10,27 triliun, dari rata-rata pekan sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp11,27 triliun.

Dinamika Arus Modal Investor Asing

Di sisi lain, pergerakan dana modal internasional masih diwarnai oleh aksi ambil untung. Pada penutupan perdagangan hari Jumat di akhir pekan, investor luar negeri membukukan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp421,7 miliar di pasar reguler.

Baca Juga: Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Aksi pelepasan aset tersebut menambah akumulasi arus modal keluar dari investor asing sepanjang tahun berjalan ini. Jika dikalkulasikan sejak awal tahun hingga pekan kedua Juli 2026, total nilai jual bersih yang dicatatkan oleh pelaku pasar mancanegara di BEI telah menembus angka Rp76,15 triliun.

DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk kebutuhan pemenuhan informasi publik mengenai perkembangan data makro ekonomi pasar modal. Ulasan di atas tidak bermaksud memberikan rekomendasi, ajakan, ataupun perintah untuk melakukan transaksi jual-beli instrumen saham tertentu. Setiap keputusan penempatan dana investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan risiko mandiri pembaca.

Load More