- Peneliti CORE Indonesia menyatakan anomali cuaca ekstrem menyebabkan penurunan hasil panen cabai di wilayah sentra produksi nasional.
- Meningkatnya biaya logistik serta risiko kerusakan fisik cabai selama distribusi memicu lonjakan harga di pasar tradisional.
- Pemerintah berupaya meredam gejolak harga pangan melalui program fasilitasi distribusi antardaerah serta kegiatan Gerakan Pangan Murah.
Data BPS juga mempertegas posisi cabai merah sebagai salah satu komoditas utama penyumbang inflasi pada Mei 2026 dengan andil sebesar 0,08 persen akibat lonjakan harga merata di berbagai daerah.
Selain cabai, pemerintah diminta meningkatkan kewaspadaan pada pergerakan harga bawang merah dan tomat yang memiliki karakteristik rentan rusak serupa.
“Komoditas hortikultura sangat sensitif terhadap cuaca dan gangguan distribusi,” tuturnya.
Sebagai langkah mitigasi jangka pendek untuk meredam gejolak di tingkat konsumen, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 2 Juni 2026 menyatakan terus memperkuat program fasilitasi distribusi antardaerah serta mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Sebagai catatan strategis, pelaksanaan GPM sepanjang tahun 2025 lalu telah berhasil digelar sebanyak 13.321 kali, dan skema serupa kembali didorong di seluruh tingkat provinsi maupun kabupaten/kota tahun ini demi memastikan kelancaran pasokan dari sentra produksi langsung ke pasar konsumsi.
Berita Terkait
-
Ahmad Luthfi Antarkan Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Kemendagri
-
Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya
-
Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?
-
Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Benarkah Independensi BI Hilang Akibat UU P2SK?
-
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Masyarakat Panik Banyak Tarik Uang di Bank?
-
Menteri Bahlil Mau Rombak Total Sistem Tambang RI Lewat Aturan Baru 'Gross Split'
-
Pertamina Bagikan Pengalaman Penggunaan Teknologi Digital dan AI untuk Ciptakan Nilai Bisnis
-
BI Intervensi, Rupiah Menguat di Jumat Sore
-
Pelaku Usaha Asuransi Mulai Soroti Ancaman Inflasi Medis
-
Telkom Hadirkan Forum Kedaulatan Digital Nasional, Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri
-
Skema Gross Split Sektor Tambang Dikaji, Wamen ESDM: Ditentukan Sidang Kabinet
-
Rupiah Makin Tak Berharga, Teknologi Fracking Didorong untuk Produksi Minyak Mentah
-
NASI Bidik Balik Untung di 2026, Pasang Target Penjualan Rp66 Miliar