- PT Bank Tabungan Negara menjalin kerja sama dengan platform Pinhome untuk memperluas akses pembiayaan rumah bagi generasi muda.
- Kolaborasi di Jakarta ini mengintegrasikan layanan pencarian properti dan pengajuan KPR dalam satu ekosistem digital yang praktis.
- Langkah strategis ini bertujuan mempercepat proses akuisisi debitur serta memudahkan milenial dan Gen Z dalam memiliki hunian.
Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggandeng platform properti digital Pinhome untuk memperluas akses pembiayaan rumah atau hunian bagi generasi muda atau Gen Z.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat, khususnya kalangan milenial dan Gen Z, dalam mencari hunian sekaligus mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) secara lebih cepat dan praktis.
Kerja sama tersebut mencakup pemasaran KPR untuk rumah baru, rumah second, hingga fasilitas take over kredit. Dengan integrasi layanan tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi properti dan pembiayaan dalam satu ekosistem digital yang terhubung.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan kolaborasi dengan Pinhome merupakan bagian dari strategi perseroan untuk menjawab perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform digital dalam mencari hunian maupun layanan keuangan.
"BTN terus bertransformasi mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan Pinhome menjadi bagian dari upaya kami memperluas akses pembiayaan rumah yang lebih mudah, cepat, dan relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini, khususnya generasi muda yang sangat akrab dengan teknologi digital," ujar Nixon di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
BTN sendiri memiliki pengalaman panjang dalam mendukung kepemilikan rumah di Indonesia. Sejak 1976, perseroan telah menyalurkan sekitar 6 juta unit KPR kepada masyarakat di berbagai daerah.
Menurut Nixon, pengalaman tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan pelaku digital yang memiliki jangkauan luas kepada calon pembeli rumah. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat akuisisi debitur sekaligus memperluas penetrasi pasar KPR non-subsidi.
"Ekosistem properti saat ini semakin digital. Karena itu, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui kanal-kanal yang memang menjadi pilihan mereka dalam mencari rumah dan memperoleh informasi pembiayaan," kata Nixon.
Ia menambahkan, kebutuhan generasi milenial dan Gen Z terhadap layanan yang cepat, praktis, dan berbasis digital terus meningkat. Karena itu, BTN berupaya menghadirkan pengalaman pembiayaan rumah yang lebih sederhana dan mudah diakses.
Baca Juga: S&P Dikabarkan Bahas Downgrade Utang RI, Benarkah?
"Yang kami bangun bukan hanya kerja sama pemasaran KPR. Kami ingin menciptakan journey pembiayaan rumah yang end-to-end dan seamless sehingga masyarakat bisa mendapatkan pengalaman yang lebih nyaman sejak mencari properti hingga proses pengajuan kredit," jelas Nixon.
Menurutnya, generasi muda merupakan salah satu pasar potensial bagi industri perumahan nasional. Kehadiran platform digital seperti Pinhome dinilai dapat membantu memperluas akses informasi dan pembiayaan bagi kelompok tersebut.
"Generasi muda merupakan pasar yang sangat potensial bagi industri perumahan. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan akses informasi dan pembiayaan yang lebih mudah sehingga impian memiliki rumah dapat terwujud lebih cepat," tutur Nixon.
Sementara itu, CEO Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, mengatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan kemudahan akses pembiayaan rumah melalui pemanfaatan teknologi digital. Melalui aplikasi Pinhome, masyarakat dapat memperoleh informasi properti, simulasi pembiayaan, hingga pendampingan selama proses pengajuan kredit.
"Melalui aplikasi Pinhome, kami berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan akses, memahami pilihan pembiayaan, dan menjalani proses pengajuan KPR maupun take over secara lebih mudah dan terarah. Pinhome memiliki fitur Simulasi KPR dan KPR Take Over yang memberikan rincian jelas mengenai simulasi dan biaya yang diperlukan. Selain itu, tersedia fitur Konsultasi KPR agar pengguna memperoleh pendampingan yang tepat dalam proses pengajuan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI
-
Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei
-
Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025
-
Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik
-
Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?
-
Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO
-
Dana Asing Keluar Lagi Rp 3,71 T Hari Ini, BBCA dan TPIA Jadi Sasaran
-
Badai PHK di Industri Tambang Akibat Pemangkasan RKAB, Kementerian ESDM Buka Suara
-
Harga Bakal Naik, MinyaKita Mulai Langka
-
Cerita Minuman Herbal KWT Mentari yang Jadi Jamuan di Pesta Pernikahan Anak Jokowi