Suara.com - Membangun masa depan finansial yang memadai dan solid tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu jenis aset saja.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ancaman inflasi, para investor dituntut untuk lebih bijak dalam menyusun strategi perlindungan kekayaan.
Salah satu langkah proteksi klasik yang terbukti efektif menghadapi guncangan pasar adalah melakukan diversifikasi investasi dengan emas.
Namun, agar imbal hasil tetap optimal, investor harus cermat untuk menghitung berapa idealnya porsi emas dalam portofolio investasi. Nah, simak penjelasan lebih lanjut di artikel ini.
Berapa Idealnya Porsi Emas dalam Portofolio Investasi?
Pada dasarnya, tidak ada angka mutlak. Namun, terdapat satu rule of thumb yang kerap digunakan sebagai baseline alokasi emas, yaitu sekitar 5-10% dari total portofolio.
Angka ini dinilai cukup untuk memberikan proteksi sekaligus membantu dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas maupun pertumbuhan aset lainnya.
Sebab, emas bukan instrumen yang bertumbuh secara agresif seperti saham teknologi meskipun peranannya krusial, yaitu sebagai safe haven, hedging, serta diversifier.
Apabila porsi emas dalam portofolio investasi terlalu besar, maka dikhawatirkan potensi return jangka panjang akan tertahan. Alokasi emas untuk setiap investor biasanya tidak sama.
Ini dapat didasarkan pada profil risiko mereka. Adapun penjelasan terkait besaran porsi emas adalah sebagai berikut.
1. Investor Konservatif
Secara umum, investor konservatif berfokus pada stabilitas dan mengutamakan perlindungan modal. Jenis investor ini cenderung tidak nyaman dengan drawdown besar.
Baca Juga: Cara Cerdas Simpan Dana dengan Perlindungan Maksimal di Deposito BRI
Jadi, besaran alokasi yang dipertimbangkan berada di kisaran 8-12% atau lebih mendekati 10% untuk meminimalkan risiko fluktuasi tajam ketika pasar saham bergejolak.
2. Investor Moderat
Walaupun bersedia menerima volatilitas terukur, alokasi emas untuk investor moderat biasanya sebesar 5-10%. Porsi ini dianggap mampu melindungi tanpa terlalu membatasi potensi return.
Hal tersebut sejalan dengan orientasi investor moderat, yaitu keselarasan antara peningkatan imbal hasil dan keamanan modal.
3. Investor Agresif
Kebalikan dari investor konservatif, jenis investor dengan profil risiko agresif justru siap menerima volatilitas tinggi karena memang menitikberatkan pada pertumbuhan jangka panjang.
Oleh karena itu, porsi emas dalam portofolionya bisa lebih kecil, yakni 3-5%. Alih-alih proteksi utama, emas dalam konteks ini berfungsi sebagai pelindung tambahan (diversifikasi ringan).
Strategi Memelihara Keseimbangan Porsi Aset
Untuk menjaga proporsi portofolio tetap sehat, menentukan alokasi emas saja tidak cukup. Investor juga perlu melakukan rebalancing berkala (setiap 6 atau 12 bulan sekali).
Berita Terkait
-
Apakah Deposito Harus Bayar Tiap Bulan? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Disentil Menkeu Purbaya Soal Dana Mengendap, KDM: Itu Kas Daerah, Bukan Deposito!
-
5 Fakta Sandra Dewi Lawan Negara, Perjuangkan Deposito Rp33 Miliar dan Tas Branded!
-
Cara Hitung Bunga Deposito Tabungan 2025
-
Saatnya Gerakkan Emasmu, Deposito Emas Pegadaian Tembus 1 Ton
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gaya Mewah Pelat Palsu: Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam Kena Tilang
-
Foundation Viva Mana yang Paling Tahan Lama? Ini Pilihan dengan Klaim Waterproof dan Long Lasting
-
Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan
-
Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?