Bisnis / Keuangan
Minggu, 07 Juni 2026 | 12:30 WIB
Ilustrasi emas. (Freepik/wirestock)

Misalnya, jika target emas di kisaran 10%, maka dapat meningkatkan porsinya menjadi 15% setelah harga emas mengalami kenaikan.

Dengan kata lain, investor dapat menjual sebagian emas yang dimiliki atau menambah aset lain supaya kembali menjadi 10%.

Sebaliknya, pertimbangkan untuk membeli emas untuk kembali ke target ketika harga emas menurun dan porsinya menjadi 6%.

Langkah ini dapat membantu untuk menghindari overweight, mengunci keuntungan, sekaligus mempertahankan disiplin strategi.

Optimasi Aset Pelindung Nilai Lewat Deposito Emas di Pegadaian
Menemukan berapa idealnya porsi emas dalam portofolio investasi merupakan langkah awal untuk melindungi kekayaan dari ketidakpastian pasar.

Agar dana simpanan tersebut tidak mudah terusik oleh pengeluaran impulsif, kunci porsi stabilisator finansial ini secara konsisten dengan instrumen berjangka, seperti Deposito Emas.

Layanan dari Pegadaian ini bisa menjadi opsi yang dipertimbangkan karena memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga legalitasnya terjamin,

Melalui Deposito Emas, aset emas tidak sekadar tersimpan dengan aman, melainkan berpotensi memberikan imbal hasil hingga 1% per tahun.

Jadi, selain mendapatkan potensi keuntungan dari kenaikan harga emas itu sendiri, nasabah bisa mendapatkan benefit lebih dari bunga imbal hasil Deposito Emas.

Baca Juga: Cara Cerdas Simpan Dana dengan Perlindungan Maksimal di Deposito BRI

Menariknya, seluruh pengelolaan komoditas ini sekarang terintegrasi penuh dalam satu genggaman di aplikasi Tring! by Pegadaian.

Jadi, yuk maksimalkan diversifikasi investasi dengan emas lewat cara yang lebih praktis sekaligus modern sekarang! ***

Load More