Bisnis / Makro
Minggu, 07 Juni 2026 | 16:52 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Purbaya sedang memeriksa laporan penumpukan ribuan dokumen di Tanjung Priok yang dikeluhkan oleh pengusaha. [Antara]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan mesin pendeteksi produksi rokok otomatis untuk terhubung langsung ke kantor pusat Kemenkeu.
  • Implementasi sistem pengawasan baru ini dimulai bulan ini guna mencegah kebocoran penerimaan cukai hasil tembakau di Indonesia.
  • Teknologi canggih tersebut dirancang untuk mendeteksi berbagai penyimpangan industri tembakau secara otomatis dari pabrik ke Bea Cukai.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan mesin canggih untuk mendeteksi produksi rokok secara otomatis. Alat ini nantinya bisa terhubung langsung ke Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Menkeu Purbaya menyebut kalau sistem milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu itu bakal diterapkan bulan ini. Sedangkan untuk pemasangan keseluruhan dilakukan dalam enam bulan ke depan.

"Sebentar lagi Bea Cukai akan menjalankan mesin untuk mendeteksi penghitungan rokok secara otomatis yang di-link ke pusat," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026, dikutip Minggu (7/6/2026).

Ia menerangkan kalau sistem itu bakal secara otomatis memantau produksi rokok dari pabrik langsung ke Bea Cukai. Hal itu dilakukan demi mencegah kebocoran penerimaan cukai hasil tembakau (CHT).

"Nanti penghitungan rokok di pabrik akan otomatis langsung masuk ke sini, ke Bea Cukai sehingga tidak ada kebocoran-kebocoran lagi," tambahnya.

Bendahara Negara mengklaim alat ini bisa mendeteksi secara canggih berbagai penyimpangan di industri tembakau, seperti salah peruntukkan hingga salah personifikasi.

"Itu bisa terdeteksi langsung dengan sistem yang baru," jelasnya.

Per 31 Mei 2026, Penerimaan Negara dari Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp 123,8 triliun atau 36,8 persen dari proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 336 triliun. Penerimaan ini tumbuh 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Baca Juga: Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak Tumbuh 20,5 Persen di 2026

Load More