- Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan cadangan devisa Indonesia per Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar AS masih sangat aman.
- Penurunan cadangan sebesar 1,3 miliar dolar AS dari April 2026 terjadi akibat langkah stabilisasi nilai tukar mata uang rupiah.
- Posisi cadangan devisa terbukti tangguh dan mampu menopang ekonomi nasional dari volatilitas pasar global sesuai standar Dana Moneter Internasional.
Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memberikan pernyataan tegas guna menjamin bahwa posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia saat ini masih berada dalam koridor yang sangat aman dan tangguh.
Penegasan resmi dari pucuk pimpinan bank sentral tersebut sekaligus mematahkan berbagai isu miring serta rumor yang beredar di pasar finansial mengenai potensi penipisan cadangan kas internasional milik negara.
Secara rincian angka, portofolio cadangan devisa Indonesia pada penghujung Mei 2026 dilaporkan bertengger di level 144,9 miliar dolar AS atau setara dengan kisaran Rp2.622 triliun.
Posisi tersebut memang memperlihatkan adanya penurunan nominal jika disandingkan dengan catatan pada akhir April 2026 yang sempat menyentuh 146,2 miliar dolar AS.
Berdasarkan perbandingan berkala tersebut, kas cadangan luar negeri pemerintah telah teralokasikan sebesar 1,3 miliar dolar AS atau setara kurang lebih Rp23 triliun, yang utamanya disalurkan untuk langkah stabilisasi kurs.
"Lebih dari cukup. Gini, caranya gini. BI itu selalu mengukur berapa jumlah cadangan devisa yang cukup," jelas Perry Warjiyo saat ditemui awak media di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Perry meyakinkan kalangan pelaku usaha dan investor bahwa kalkulasi volume cadev nasional masih sangat solid dan memenuhi kualifikasi ketat dari lembaga keuangan internasional.
Penilaian ini didasarkan pada parameter baku Reserves Data Template yang dirilis resmi oleh Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).
"Ada indikator yang dikeluarkan IMF, yang disebut adequacy reserve asset. Dan kami ukur itu. Itu adalah mudahnya ya, berapa cadangan devisa untuk bisa meng-cover pelembahan rupiah yang dalam," urai Perry mengenai formula ketahanan moneter.
Baca Juga: Benarkah Independensi BI Hilang Akibat UU P2SK?
Gubernur BI meluruskan bahwa fluktuasi penurunan minor pada bulan lalu tidak merusak struktur pertahanan keuangan Indonesia.
Hasil perolehan devisa saat ini justru tetap menjadi instrumen penopang utama (buffer) yang sangat krusial bagi Indonesia dalam meredam potensi efek kejut (shock absorber) akibat tingginya volatilitas pasar global, sekaligus menjamin denyut nadi perekonomian domestik dapat terus melaju secara konsisten.
"Kami ukur-ukur itu dan sekarang sudah masih lebih dari 115 persen. Jadi masih lebih dari cukup itu. Di samping yang sekitar 6 bulan impor," pungkas Perry Warjiyo mengakhiri penjelasannya.
Berita Terkait
-
BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen
-
Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%
-
Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat
-
Uang Tunai dan Dana Perbankan Tetap Melimpah, BI Catat Uang Primer Tumbuh 14,2%
-
Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi Masih Rp 18.000
-
Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000
-
Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya
-
Daftar Saham Paling Laris Hari Ini: BBCA Transaksi Jumbo, BUMI Tembus Volume Besar
-
Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo
-
Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!
-
Menaker Paparkan Program Prabowo terkait Tenaga Kerja di Konferensi Perburuhan Internasional
-
Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!
-
IHSG Gaspol Menghijau 4,82% Hingga Sesi I, Saham BBRI Wajib Dipantau
-
BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen