- Ekonom Muhammad Chatib Basri dan Luhut Binsar Pandjaitan mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 9 Juni 2026.
- Pertemuan tersebut memicu spekulasi publik mengenai potensi pergantian posisi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa.
- Chatib Basri dikenal sebagai ekonom berpengalaman yang pernah berhasil membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi masa lalu.
Suara.com - Ekonom Muhammad Chatib Basri mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (9/6/2026). Chatib, yang dikenal sebagai menteri keuangan yang pernah membawa Indonesia keluar dari bibir jurang krisis ekonomi pada 2013, datang bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.
Kedatangan Chatib di Istana menjadi sorotan di tengah santernya rumor bahwa Presiden Prabowo Subianto akan mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan di tengan kondisi perekonomian yang lesu.
Chatib sendiri, kepada wartawan, mengaku kehadirannya di Istana untuk bertemu secara langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
"Iya," kata Chatib singkat kepada wartawan di Istana, Selasa (9/6/2026).
Chatib menjelaskan pertemuan dengan Prabowo tidak dilakukan secara empat mata, melainkan bersama dengan Luhut. Meski demikian, terkait apa pembahasan dalam pertemuan, Chatib tidak menjawab.
"Tanya Pak Luhut," kata Chatib saat ditanya siapa saja yang akan hadir dalam pertemuan tersebut.
Chatib sekaligus menanggapi ihwal namanya yang santer disebut bakal menggantikan Purbaya sebagai Menkeu.
"Saya enggak tahu," kata Chatib.
Ia tidak menjelaskan gambalang saat ditanya kepulangannya ke tanah air dari Amerika Serikat perihal rumor bakal menjadi bendahara negara.
Baca Juga: Ramai Rumor Purbaya Diganti Chatib Basri, Berapa Gaji Menteri Keuangan RI?
"Enggak, baru diurus sekarang," kata Chatib.
Menkeu Spesialis Krisis
Chatib Basri sendiri sudah tidak asing di pemerintahan. Ia pernah mengemban tanggung jawab sebagai Kepala BKPM (2012-2013) dan Menteri Keuangan (2013-2014).
Saat menjabat sebagai Menkeu itulah Chatib dikenal sebagai spesialis krisis ekonomi. Karena ketika itu, dia ditugaskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi Taper Tantrum.
Saat itu Indonesia bersama lima negara berkembang lainnya masuk dalam kelompok negara paling rentan terperosok dalam krisis akibat Taper Tantrum - gejolak pasar keuangan global yang dipicu oleh rencana bank sentral Amerika Serikat, untuk mengurangi program stimulus Quantitative Easing.
Keputusan ini memicu kepanikan investor global yang kemudian menarik modal besar-besaran dari negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia. Adapun Indonesia sangat tergantung pada investasi asing untuk membiayai transaksi berjalan saat itu dan hingga saat ini.
Chatib, seperti yang dijelaskannya di X, pada saat itu menjadi salah satu tokoh kunci untuk membawa Indonesia keluar dari krisis.
"Saat itu rupiah melemah dan kekhawatiran krisis keuangan terjadi. Indonesia dikategorikan masuk ke dalam fragile five. Namun dengan kombinasi pengetatan fiskal, BI menaikkan suku bunga dan expenditure switching policy, Indonesia bersama India berhasil keluar dari fragile five dalam waktu tujuh bulan," terang Chatin.
Salah satu langkah berani Chatib ketika itu adalah mengurangi subsidi BBM dan menggunakan anggarannya untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Berkat langkah-langkah itu, investasi asing pun kembali ke Indonesia.
Berita Terkait
-
Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo
-
Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!
-
Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!
-
Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?
-
Purbaya Ogah Ungkap Anggaran Dinas Luar Negeri Prabowo: Rahasia Presiden, Enggak Boleh
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi