- Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 7,57 persen ke level 5.746 pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026.
- Penguatan IHSG dipicu sentimen positif dorongan pembelian kembali saham oleh emiten BUMN untuk kepercayaan investor.
- Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat perkasa pada perdagangan, Selasa, 9 Junia 2026. Setelah sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir, IHSG ditutup melonjak 7,57 persen atau naik 404 poin ke level 5.746.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya menilai rebound IHSG didorong sejumlah sentimen positif dari dalam negeri.
Salah satunya adalah dorongan DPR agar emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan pembelian kembali saham atau buyback guna meningkatkan kepercayaan investor di tengah gejolak pasar.
Selain itu, pasar juga merespons positif langkah Bank Indonesia (BI) yang secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen pada Selasa (9/6/2026).
Kebijakan tersebut diambil di luar jadwal rutin Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang seharusnya digelar pekan depan. Langkah itu ditujukan untuk meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang sebelumnya terus mengalami pelemahan.
Respons pasar terlihat dari penguatan nilai tukar rupiah sebesar 0,65 persen ke level Rp18.065 per dolar AS pada penutupan perdagangan.
"Dengan kenaikan suku bunga acuan, pasar melihat adanya komitmen kuat Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan pasar keuangan domestik," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya.
Dari sisi teknikal, Phintraco mencatat IHSG berhasil kembali ditutup di atas level rata-rata pergerakan 200 bulanan (MA200 Monthly) setelah sehari sebelumnya sempat berada di bawah level tersebut.
Pada grafik harian, IHSG juga berhasil ditutup di atas MA5 sekaligus menutup celah kenaikan (gap up) yang terbentuk pada perdagangan sebelumnya. Sementara indikator Stochastic RSI membentuk pola golden cross di area oversold yang mengindikasikan peluang penguatan lanjutan.
Baca Juga: BRI Hadirkan QRIS Cross Border BRImo di China, Permudah Transaksi Nasabah di Luar Negeri
Berdasarkan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 5.600 hingga 5.850 pada perdagangan berikutnya.
Aktivitas Perdagangan
- Nilai transaksi: Rp27,87 triliun
- Volume transaksi: 43,17 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 2.668.340 kali
Saham dengan Nilai Transaksi Terbesar (Top Value)
Saham dengan Volume Terbesar (Top Volume)
- BUMI: 146 (+12,31 persen)
- TPIA: 1.955 (+21,81 persen)
- BIPI: 146 (+14,06 persen)
Top Gainers LQ45
- CUAN: 775 (+21,09 persen)
- BRPT: 1.660 (+19,86 persen)
- SCMA: 208 (+16,20 persen)
Top Losers LQ45
- ITMG: 21.800 (-0,34 persen)
Sektor dengan Kenaikan Tertinggi
- IDX Basic Materials: +9,97 persen
- IDX Energy: +9,20 persen
- IDX Industrials: +8,55 persen
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
Terkini
-
BRI Hadirkan QRIS Cross Border BRImo di China, Permudah Transaksi Nasabah di Luar Negeri
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Pemerintah Santai Tanggapi Penurunan Cadangan Devisa RI
-
Chatib Basri, Menkeu Spesialis Krisis Ekonomi, Temui Prabowo di Istana, Luhut Jadi Pendamping
-
Chatib Basri Ungkap Jalan Keluar Krisis Ekonomi saat Rumor Jadi Menkeu: Jangan Naikkan Pajak
-
Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi Masih Rp 18.000
-
Cadev Turun 1,3 Miliar Dolar AS, Gubernur BI Singgung IMF
-
Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000
-
Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya