- Bursa Efek Indonesia mencatatkan lonjakan likuiditas saham blue chip dan lapis kedua pada Selasa, 9 Juni 2026.
- Saham BBCA memimpin nilai transaksi sebesar Rp2,43 triliun, sementara saham BABY mencatatkan kenaikan harga tertinggi mencapai 34,62 persen.
- BEI melakukan suspensi terhadap emiten ADCP serta memberikan status pemantauan UMA bagi dua puluh saham yang berfluktuasi tidak wajar.
Suara.com - Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Sesi II hari ini, Selasa, 9 Juni 2026, memperlihatkan perputaran likuiditas yang kembali bergairah setelah sempat tertekan pada awal pekan.
Hingga pukul 14.00 WIB, aliran modal masuk (capital inflow) mendominasi lantai bursa dan menempatkan barisan saham blue chip serta emiten lapis kedua sebagai pusat perhatian pasar.
Berdasarkan kompilasi data live bursa, terdapat sejumlah saham utama yang secara simultan merajai daftar teratas saham teraktif, baik dari sisi nilai perputaran uang, volume perpindahan tangan, maupun frekuensi transaksi.
Deretan saham yang menjadi fokus utama investor tersebut di antaranya meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Petrochemical Tbk (TPIA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Barito Renewables Energy Tbk (CUAN), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Dari sisi nilai perputaran dana, emiten perbankan swasta terbesar nasional, BBCA, sukses memuncaki urutan teratas dengan mencatatkan nilai transaksi fantastis mencapai Rp2.432,78 miliar pada jam dua siang ini. Harga saham BBCA terpantau merangkak naik 3,61 persen ke posisi Rp5.025 per saham.
Gerakan rebound tajam ini menjadi momentum pemulihan yang signifikan bagi BBCA. Pasalnya, pada perdagangan Senin (8/6/2026) kemarin, saham bank swasta ini sempat terpuruk ke level Rp4.800 setelah dibuka di posisi Rp5.075, akibat aksi lepas portofolio massal oleh pemodal asing dengan nilai jual bersih (net sell) mencapai Rp489,11 milar.
Tingginya aktivitas transaksi hari ini membuktikan bahwa daya tarik BBCA tetap memikat bagi investor institusi maupun ritel di kota-kota besar Indonesia untuk melakukan aksi akumulasi di harga rendah.
Menempel ketat di posisi kedua saham bernilai transaksi terbesar adalah TPIA yang mengantongi nilai perdagangan Rp2.303,29 milar.
Saham terafiliasi konglomerasi Barito ini melesat tajam 10,59 persen ke level Rp1.775 per saham, sekaligus menempatkannya sebagai saham yang paling intensif diperdagangkan secara frekuensi, yakni berpindah tangan sebanyak 173.931 kali.
Baca Juga: Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini
Sementara itu, dari sudut pandang kuantitas atau volume lembar saham yang diperjualbelikan, emiten batu bara BUMI menduduki peringkat pertama. Saham BUMI mencatatkan volume transaksi raksasa hingga 3,48 miliar lembar saham, dengan apresiasi harga sebesar 5,38 persen ke posisi Rp137 per saham.
Saham Top Gainers dan UMA
Di luar pergerakan saham-saham berkapitalisasi pasar besar, panggung bursa hari ini dikejutkan oleh lonjakan signifikan dari kelompok saham berkapitalisasi kecil.
Penguatan persentase tertinggi sepanjang Sesi II ini berhasil ditorehkan oleh saham PT Astra Daido Steel Indonesia Tbk (BABY) yang mengalami Auto Rejection Atas (ARA) setelah melonjak 34,62 persen ke level Rp140 per saham.
Mengikuti di posisi berikutnya dalam jajaran papan atas pencetak keuntungan (top gainer), terdapat saham AHAP yang melesat 31,03 persen ke harga Rp76 dengan nilai transaksi Rp2,43 miliar, serta saham CTTH yang menguat 29,17 persen ke posisi Rp124 dengan sokongan nilai transaksi yang cukup tebal mencapai Rp11,09 miliar.
Guna menjaga stabilitas pergerakan instrumen finansial dan melindungi kepentingan pemegang saham publik, otoritas bursa terus menerapkan fungsi pengawasan ketat.
Berita Terkait
-
IHSG Gaspol Menghijau 4,82% Hingga Sesi I, Saham BBRI Wajib Dipantau
-
DPR Dorong Buyback, Saham Bank Himbara Kompak Melesat, IHSG Ikut Terbang
-
DPR-Danantara Mau 'Serok' Saham BUMN, Emiten Bank Himbara Siap-siap Rebound?
-
Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025 dan Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun
-
DPR Kumpulkan Bos Himbara, Bahas Rencana Buyback Saham BUMN saat Harga Murah
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Berapa Lama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Bakal Mendekam di Rutan KPK?
-
Apa Kata KPK soal Klaim Kriminalisasi Febrie Adriansyah? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Tayang 2027, Drama Misteri-Kriminal 'Code' Rilis Jajaran Pemeran Utama
-
Karena Buru-buru Sudah Malam, Alasan Kejagung Tak Pakaikan Rompi Pink ke Febrie Adriansyah
-
Dua Kata Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masuk ke Rutan KPK Tanpa Pakai Rompi Pink
-
Budget 4 Jutaan? 5 HP Gaming Ini Bisa Push Rank Tanpa Lag
-
Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Rutan KPK
-
Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat
-
Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol