Bisnis / Makro
Selasa, 09 Juni 2026 | 14:40 WIB
IHSG melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07 pada Rabu (3/6/2026). [Antara]
Baca 10 detik
  • Bursa Efek Indonesia mencatatkan lonjakan likuiditas saham blue chip dan lapis kedua pada Selasa, 9 Juni 2026.
  • Saham BBCA memimpin nilai transaksi sebesar Rp2,43 triliun, sementara saham BABY mencatatkan kenaikan harga tertinggi mencapai 34,62 persen.
  • BEI melakukan suspensi terhadap emiten ADCP serta memberikan status pemantauan UMA bagi dua puluh saham yang berfluktuasi tidak wajar.

Suara.com - Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Sesi II hari ini, Selasa, 9 Juni 2026, memperlihatkan perputaran likuiditas yang kembali bergairah setelah sempat tertekan pada awal pekan.

Hingga pukul 14.00 WIB, aliran modal masuk (capital inflow) mendominasi lantai bursa dan menempatkan barisan saham blue chip serta emiten lapis kedua sebagai pusat perhatian pasar.

Berdasarkan kompilasi data live bursa, terdapat sejumlah saham utama yang secara simultan merajai daftar teratas saham teraktif, baik dari sisi nilai perputaran uang, volume perpindahan tangan, maupun frekuensi transaksi.

Deretan saham yang menjadi fokus utama investor tersebut di antaranya meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Petrochemical Tbk (TPIA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Barito Renewables Energy Tbk (CUAN), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Dari sisi nilai perputaran dana, emiten perbankan swasta terbesar nasional, BBCA, sukses memuncaki urutan teratas dengan mencatatkan nilai transaksi fantastis mencapai Rp2.432,78 miliar pada jam dua siang ini. Harga saham BBCA terpantau merangkak naik 3,61 persen ke posisi Rp5.025 per saham.

Gerakan rebound tajam ini menjadi momentum pemulihan yang signifikan bagi BBCA. Pasalnya, pada perdagangan Senin (8/6/2026) kemarin, saham bank swasta ini sempat terpuruk ke level Rp4.800 setelah dibuka di posisi Rp5.075, akibat aksi lepas portofolio massal oleh pemodal asing dengan nilai jual bersih (net sell) mencapai Rp489,11 milar.

Tingginya aktivitas transaksi hari ini membuktikan bahwa daya tarik BBCA tetap memikat bagi investor institusi maupun ritel di kota-kota besar Indonesia untuk melakukan aksi akumulasi di harga rendah.

Menempel ketat di posisi kedua saham bernilai transaksi terbesar adalah TPIA yang mengantongi nilai perdagangan Rp2.303,29 milar.

Saham terafiliasi konglomerasi Barito ini melesat tajam 10,59 persen ke level Rp1.775 per saham, sekaligus menempatkannya sebagai saham yang paling intensif diperdagangkan secara frekuensi, yakni berpindah tangan sebanyak 173.931 kali.

Baca Juga: Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini

Sementara itu, dari sudut pandang kuantitas atau volume lembar saham yang diperjualbelikan, emiten batu bara BUMI menduduki peringkat pertama. Saham BUMI mencatatkan volume transaksi raksasa hingga 3,48 miliar lembar saham, dengan apresiasi harga sebesar 5,38 persen ke posisi Rp137 per saham.

Saham Top Gainers dan UMA

Di luar pergerakan saham-saham berkapitalisasi pasar besar, panggung bursa hari ini dikejutkan oleh lonjakan signifikan dari kelompok saham berkapitalisasi kecil.

Penguatan persentase tertinggi sepanjang Sesi II ini berhasil ditorehkan oleh saham PT Astra Daido Steel Indonesia Tbk (BABY) yang mengalami Auto Rejection Atas (ARA) setelah melonjak 34,62 persen ke level Rp140 per saham.

Mengikuti di posisi berikutnya dalam jajaran papan atas pencetak keuntungan (top gainer), terdapat saham AHAP yang melesat 31,03 persen ke harga Rp76 dengan nilai transaksi Rp2,43 miliar, serta saham CTTH yang menguat 29,17 persen ke posisi Rp124 dengan sokongan nilai transaksi yang cukup tebal mencapai Rp11,09 miliar.

Guna menjaga stabilitas pergerakan instrumen finansial dan melindungi kepentingan pemegang saham publik, otoritas bursa terus menerapkan fungsi pengawasan ketat.

Load More