- Kejaksaan memeriksa bankir Maybank Indonesia terkait dugaan manipulasi harga ekspor minyak sawit oleh perusahaan Grup Salim.
- Investigasi difokuskan pada praktik manipulasi faktur ekspor untuk menyembunyikan laba riil serta mengurangi kewajiban pajak negara.
- Aparat penegak hukum kini memperluas penyelidikan ke lembaga keuangan yang memfasilitasi transaksi perdagangan komoditas strategis nasional tersebut.
Pemeriksaan tidak lagi terbatas pada lingkaran internal perusahaan eksportir, melainkan sudah mulai merembet ke lembaga perantara keuangan yang memfasilitasi lalu lintas transaksi perdagangan komoditas.
Langkah hukum yang agresif ini mencuat di tengah situasi pasar keuangan domestik yang juga sedang berada dalam pengawasan ketat.
Guna meredam derasnya arus modal keluar (capital outflow) akibat aksi jual massal di pasar saham dan obligasi, Bank Indonesia baru saja mengambil keputusan mengejutkan dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,50 persen dalam rapat luar jadwal (out-of-cycle decision) pada hari Selasa.
Ke depan, seluruh aktivitas penjualan komoditas strategis ke luar negeri direncanakan bakal diambil alih dan dijalankan oleh badan eksportir khusus yang ditunjuk pemerintah di bawah Danantara.
Sistem satu pintu ini diterapkan guna memastikan seluruh devisa hasil ekspor masuk ke kas dalam negeri dan tidak lagi diparkir di rekening luar negeri (offshore).
Sejak resmi memangku jabatan sebagai Kepala Negara pada Oktober 2024, Presiden Prabowo berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan mentah nasional.
Ia juga berulang kali menegaskan akan menindak tegas para taipan dan saudagar besar yang kedapatan melakukan praktik culas dengan mengalirkan kekayaan alam yang seharusnya menjadi hak pendapatan negara ke luar negeri.
Sebagai informasi, PT Salim Ivomas Pratama merupakan pilar bisnis penting di bawah payung imperium bisnis Grup Salim, salah satu konglomerasi keluarga terbesar di Indonesia dengan diversifikasi usaha yang menggurita dari sektor pangan (Indofood), agribisnis, pertambangan, hingga infrastruktur pusat data (data center).
Baca Juga: Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
Berita Terkait
-
Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya
-
PT PMM Sebut TNI AL Bertindak Arogan Buka 15 Kontainer, Sengketa Ekspor Tambang Makin Memanas
-
Impor Melonjak 31%, Surplus Dagang RI Nyaris Habis Tersisa 90 Juta Dolar AS
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
-
Larangan Impor Sampah Plastik China Memperburuk Kualitas Udara di Indonesia, Bagaimana Bisa?
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Stok BBM di SPBU BP, Vivo dan Shell Langka setelah Pertamina Naikkan Harga
-
Indonesia Dua Tahun Bebas dari Daftar Kasus ILC, Menaker Soroti Kuatnya Dialog Sosial
-
BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun Per Bulan, Terancam Gagal Bayar
-
Indonesia-Singapura Umumkan Kerja sama Ekonomi, Dari Investasi hingga Rute Pesawat
-
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
-
BBM Naik-Rupiah Jebol, Budget Hiburan Kelas Menengah Hilang
-
Luhut-Chatib Basri soal MBG: Jangan Bertengkar-Ini Masalah Kepercayaan!
-
Rhenald Khasali Duga Ada Pihak Luar Recoki Pemilihan Ketua Umum Hipmi
-
Tak Cukup Melek Digital, Gen Z Harus Kuasai AI untuk Investasi Saham
-
Siap-siap! Rokok Ilegal Bakal Merajalela Setelah Kebijakan Kemasan Polos