Bisnis / Makro
Rabu, 10 Juni 2026 | 13:58 WIB
Maybank
Baca 10 detik
  • Kejaksaan memeriksa bankir Maybank Indonesia terkait dugaan manipulasi harga ekspor minyak sawit oleh perusahaan Grup Salim.
  • Investigasi difokuskan pada praktik manipulasi faktur ekspor untuk menyembunyikan laba riil serta mengurangi kewajiban pajak negara.
  • Aparat penegak hukum kini memperluas penyelidikan ke lembaga keuangan yang memfasilitasi transaksi perdagangan komoditas strategis nasional tersebut.

Pemeriksaan tidak lagi terbatas pada lingkaran internal perusahaan eksportir, melainkan sudah mulai merembet ke lembaga perantara keuangan yang memfasilitasi lalu lintas transaksi perdagangan komoditas.

Langkah hukum yang agresif ini mencuat di tengah situasi pasar keuangan domestik yang juga sedang berada dalam pengawasan ketat.

Guna meredam derasnya arus modal keluar (capital outflow) akibat aksi jual massal di pasar saham dan obligasi, Bank Indonesia baru saja mengambil keputusan mengejutkan dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,50 persen dalam rapat luar jadwal (out-of-cycle decision) pada hari Selasa.

Ke depan, seluruh aktivitas penjualan komoditas strategis ke luar negeri direncanakan bakal diambil alih dan dijalankan oleh badan eksportir khusus yang ditunjuk pemerintah di bawah Danantara.

Sistem satu pintu ini diterapkan guna memastikan seluruh devisa hasil ekspor masuk ke kas dalam negeri dan tidak lagi diparkir di rekening luar negeri (offshore).

Sejak resmi memangku jabatan sebagai Kepala Negara pada Oktober 2024, Presiden Prabowo berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan mentah nasional.

Ia juga berulang kali menegaskan akan menindak tegas para taipan dan saudagar besar yang kedapatan melakukan praktik culas dengan mengalirkan kekayaan alam yang seharusnya menjadi hak pendapatan negara ke luar negeri.

Sebagai informasi, PT Salim Ivomas Pratama merupakan pilar bisnis penting di bawah payung imperium bisnis Grup Salim, salah satu konglomerasi keluarga terbesar di Indonesia dengan diversifikasi usaha yang menggurita dari sektor pangan (Indofood), agribisnis, pertambangan, hingga infrastruktur pusat data (data center). 

Baca Juga: Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor

Load More