- Kredit perumahan Rp500 miliar diperkuat lewat skema mitigasi risiko.
- Akses pembiayaan rumah bagi masyarakat dan UMKM makin terbuka.
- Sinergi lembaga keuangan dorong percepatan program hunian rakyat.
Suara.com - Upaya pemerintah memperluas akses hunian layak bagi masyarakat terus mendapat dukungan dari sektor keuangan. Salah satunya melalui penguatan perlindungan risiko kredit perumahan yang diharapkan mampu mempercepat penyaluran pembiayaan sekaligus menjaga kualitas kredit di tengah meningkatnya kebutuhan rumah bagi masyarakat.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Asuransi Kredit Program Perumahan (KPP) antara PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR). Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen kedua institusi dalam mendukung program pemerintah di sektor perumahan serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kerja sama tersebut dilatarbelakangi oleh target penyaluran kredit perumahan yang mencapai Rp500 miliar. Besarnya nilai pembiayaan itu dinilai membutuhkan sistem mitigasi risiko yang kuat agar penyaluran kredit dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan.
Direktur Bisnis PT Asuransi Kredit Indonesia, Budhi Novianto, mengatakan skema asuransi kredit perumahan menjadi instrumen penting untuk memberikan perlindungan terhadap risiko pembiayaan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah.
"Melalui skema Asuransi Kredit Program Perumahan, kami hadir untuk memberikan kepastian dan keamanan sehingga akses pembiayaan dapat mengalir lebih luas dan inklusif, termasuk bagi masyarakat dan pelaku UMKM yang ingin memiliki rumah," ujar Budhi dalam keterangannya.
Menurutnya, sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian. Selain mendorong pertumbuhan industri konstruksi dan bahan bangunan, sektor ini juga mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan aktivitas ekonomi daerah.
Sementara itu, Direktur Operasional Bank BJB, Herfinia, menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat penyaluran kredit perumahan kepada masyarakat. Dengan adanya perlindungan risiko yang lebih kuat, perbankan memiliki ruang yang lebih besar untuk memperluas pembiayaan secara prudent.
Ia menambahkan, sinergi ini sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, khususnya di Jawa Barat dan Banten.
Ke depan, kerja sama kedua lembaga keuangan itu tidak hanya terbatas pada sektor perumahan. Potensi kolaborasi di berbagai lini bisnis lain juga akan terus dijajaki guna memperkuat ekosistem pembiayaan dan meningkatkan nilai tambah bagi kedua belah pihak.
Baca Juga: Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?
-
Jaga Daya Beli Rakyat, Pemerintah Kaji Insentif setelah Harga Pertamax Naik
-
Resmi Meluncur, JAM Coin Bidik 21 Juta Investor Kripto dan Garap Ekonomi Desa
-
Harga Minyak Dunia Lesu Setelah Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran
-
Harga Pangan Hari : Cabai hingga Daging Ayam Turun Tajam, Bawang Merah dan Gula Premium Justru Naik
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Merosot ke Level Rp17.928
-
IHSG Melonjak ke Level 5.960 Jumat Pagi, Investor Serbu Saham-Saham Ini
-
Opsi Jual Terbuka, Harga Buyback Emas Antan Melonjak Jadi Rp2,45 Juta/Gram
-
Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO
-
Saham Perbankan Masih Jadi Rekomendasi Beli, BBCA Paling Aman