- Bank Indonesia diprediksi mempertahankan suku bunga acuan di level 5,50 persen dalam rapat dewan gubernur hari ini.
- Keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, serta merespons ketidakpastian kebijakan bank sentral Amerika Serikat.
- Menahan suku bunga bertujuan menyeimbangkan beban ekonomi nasional tanpa harus membebani sektor perbankan dan konsumsi rumah tangga domestik.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,50 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar hari ini.
Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai keputusan tersebut menjadi pilihan paling rasional di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang masih rentan, inflasi Indonesia yang meningkat, serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
"Prospek BI Rate, rupiah, dan kebijakan moneter Indonesia menjadi perhatian utama pelaku pasar menjelang pengumuman hasil RDG BI," katanya saat dihubungi Suara.com, Kamis (18/9/2026).
Menurut Josua, peluang Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat sangat kecil.
Selain karena inflasi Mei 2026 telah meningkat menjadi 3,08 persen, pasar juga masih menunggu sinyal kebijakan moneter dari The Fed.
Di sisi lain, peluang kenaikan suku bunga tambahan masih terbuka, meski bukan menjadi skenario utama mengingat BI baru saja menaikkan suku bunga secara agresif dalam RDG mingguan pada 9 Juni 2026.
Kondisi rupiah yang kembali bergerak di bawah Rp18.000 per dolar AS, yakni di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS, turut memberikan ruang bagi BI untuk menahan suku bunga.
Ia menjelaskan bahwa salah satu alasan utama BI berpotensi mempertahankan suku bunga adalah karena dampak dari kenaikan sebelumnya masih membutuhkan waktu untuk bekerja secara optimal.
Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Mei dan 25 basis poin pada Juni, sehingga kebijakan tersebut dinilai sudah cukup signifikan dalam waktu yang relatif singkat.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini
Menurutnya, apabila BI kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, pasar dapat menangkap dua pesan yang berbeda.
Di satu sisi, langkah tersebut menunjukkan ketegasan BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Namun di sisi lain, pasar juga bisa menilai bahwa tekanan terhadap rupiah masih sangat serius dan belum terkendali.
"Oleh karena itu, mempertahankan suku bunga sambil tetap bersikap waspada dinilai sebagai pilihan yang lebih seimbang," jelasnya.
Josua juga menilai, BI memiliki alasan kuat untuk menunggu hasil keputusan dan pernyataan The Fed.
Jika bank sentral Amerika Serikat mempertahankan suku bunga tanpa memberikan sinyal pengetatan yang lebih agresif, tekanan terhadap dolar AS berpotensi mereda sehingga BI tidak perlu mengambil langkah pengetatan tambahan.
Sebaliknya, apabila The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat, dolar AS berpotensi kembali menguat dan memberikan tekanan baru terhadap rupiah.
Berita Terkait
-
BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen
-
Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%
-
Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat
-
Uang Tunai dan Dana Perbankan Tetap Melimpah, BI Catat Uang Primer Tumbuh 14,2%
-
Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
Terkini
-
Jelang Pengumuman MSCI, Simak Saham-saham yang Layak Dilirik Hari Ini
-
OJK Minta Investor Lakukan Ini Jelang Pengumuman Baru MSCI
-
DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China
-
Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?
-
B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman
-
Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor
-
Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat
-
Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok
-
90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya
-
Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional