- Bank Indonesia diprediksi mempertahankan suku bunga acuan di level 5,50 persen dalam rapat dewan gubernur hari ini.
- Keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, serta merespons ketidakpastian kebijakan bank sentral Amerika Serikat.
- Menahan suku bunga bertujuan menyeimbangkan beban ekonomi nasional tanpa harus membebani sektor perbankan dan konsumsi rumah tangga domestik.
Dalam kondisi tersebut, BI kemungkinan perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga lanjutan, meski keputusan tersebut akan sangat bergantung pada respons pasar dan pergerakan nilai tukar setelah pengumuman kebijakan The Fed.
Faktor lain yang mendukung keputusan mempertahankan suku bunga adalah meredanya harga minyak dunia setelah membaiknya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Penurunan harga minyak dinilai menguntungkan Indonesia sebagai negara pengimpor minyak bersih karena dapat mengurangi kebutuhan devisa untuk impor energi, menekan inflasi, serta menjaga beban fiskal tetap terkendali.
Meski demikian, Josua menegaskan bahwa ruang untuk menurunkan suku bunga masih sangat terbatas.
Menurutnya, pemangkasan suku bunga saat kondisi rupiah masih rapuh dapat memberikan sinyal yang keliru kepada pasar dan berpotensi mengurangi daya tarik aset berdenominasi rupiah.
"Penurunan suku bunga juga dapat mempersempit daya tarik aset rupiah dan berisiko memicu kembali tekanan di pasar valas. Karena itu, peluang pemangkasan suku bunga dalam RDG kali ini hampir tidak realistis," ujarnya.
Ia menilai, keputusan yang paling tepat bagi Bank Indonesia adalah mempertahankan BI Rate di level 5,50 persen dengan komunikasi kebijakan yang tetap tegas.
BI perlu menegaskan bahwa ruang untuk kenaikan suku bunga tambahan masih terbuka apabila rupiah kembali melemah tajam, terjadi arus keluar modal asing, harga minyak kembali meningkat, atau The Fed mengadopsi kebijakan yang lebih ketat.
Dari sisi nilai tukar, keputusan menahan suku bunga diperkirakan akan memberikan dampak netral hingga positif terhadap rupiah selama disertai komunikasi yang kuat.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini
Komitmen BI dalam menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi terukur, optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), operasi pasar valas, serta pengelolaan likuiditas yang memadai diyakini dapat menjaga stabilitas mata uang domestik.
Sementara bagi perekonomian nasional, keputusan mempertahankan BI Rate dinilai lebih sehat dibandingkan melakukan kenaikan suku bunga secara beruntun.
Kenaikan suku bunga tambahan berpotensi meningkatkan bunga kredit, biaya dana perbankan, serta menekan konsumsi rumah tangga, kredit pemilikan rumah (KPR), pembiayaan kendaraan, modal kerja, dan investasi.
Di tengah tekanan inflasi dan melemahnya daya beli masyarakat, kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang tetap di level 5,50 persen diyakini dapat memberikan ruang penyesuaian bagi dunia usaha dan sektor perbankan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
Berita Terkait
-
BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen
-
Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%
-
Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat
-
Uang Tunai dan Dana Perbankan Tetap Melimpah, BI Catat Uang Primer Tumbuh 14,2%
-
Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
Terkini
-
Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan
-
Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini
-
Investor Asing Antre Beli Saham EMAS, 50 Persen Jatah IPO Hong Kong Langsung Ludes
-
Tak Hanya Listrik, Limbah Panas Bumi Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi
-
Jelang Pengumuman MSCI, Simak Saham-saham yang Layak Dilirik Hari Ini
-
OJK Minta Investor Lakukan Ini Jelang Pengumuman Baru MSCI
-
DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China
-
Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?
-
B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman
-
Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor