- Indeks Harga Saham Gabungan melemah ke level 6.161 pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026 di Bursa Efek Indonesia.
- Mayoritas saham mengalami penurunan nilai dengan total transaksi mencapai Rp2,26 triliun dari 3,83 miliar volume saham.
- Tim riset memproyeksikan IHSG berpotensi terus melemah karena investor masih menantikan sejumlah agenda ekonomi strategis bulan Juni.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memerah pada awal perdagangan, Kamis 18 Juni 2026. IHSG dibuka melemah ke level 6.191.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.23 WIB, IHSG masih mendekam di zona merah 0,95 persen ke level 6.161.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 3,83 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,26 triliun, serta frekuensi sebanyak 317.300 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 222 saham bergerak naik, sedangkan 359 saham mengalami penurunan, dan 378 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, JECC, CBUT, SULI, PPRE, dan, EPAC.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, KONI, GHON, BUKK, DEFI, dan POLI.
Proyeksi IHSG
Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak melemah pada perdagangan hari ini dengan area support di level 6.170 dan resistance 6.400.
"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah dengan support dan resistance 6.170 – 6.400," tulis Pilarmas dalam risetnya, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan
Sejalan dengan proyeksi tersebut, Pilarmas merekomendasikan tiga saham pilihan yang layak dicermati investor, yakni PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Sementara itu, riset Phintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG berpotensi bergerak sideways cenderung melemah pada rentang 6.100 hingga 6.350.
Menurut Phintraco, investor masih menunggu sejumlah agenda penting seperti hasil RDG BI pada 18 Juni, MSCI Global Market Accessibility Review pada 19 Juni, rebalancing indeks FTSE pada 19 Juni, serta MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.
"Secara teknikal, MACD IHSG berlanjut membentuk pelebaran histogram positif. Namun Stochastic RSI membentuk Death Cross di area overbought. Sehingga diperkirakan IHSG bergerak sideways cenderung melemah pada kisaran 6100-6350," tulis Phintraco.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
-
Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan
-
Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini
-
Investor Asing Antre Beli Saham EMAS, 50 Persen Jatah IPO Hong Kong Langsung Ludes
-
Tak Hanya Listrik, Limbah Panas Bumi Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi
-
BI Diprediksi Tahan Suku Bunga di Level 5,50 Persen, Apa Pertimbangannya?
-
Jelang Pengumuman MSCI, Simak Saham-saham yang Layak Dilirik Hari Ini
-
OJK Minta Investor Lakukan Ini Jelang Pengumuman Baru MSCI
-
DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China
-
Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?