Bisnis / Keuangan
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:36 WIB
Ilustrasi penurunan grafik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan melemah ke level 6.161 pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026 di Bursa Efek Indonesia.
  • Mayoritas saham mengalami penurunan nilai dengan total transaksi mencapai Rp2,26 triliun dari 3,83 miliar volume saham.
  • Tim riset memproyeksikan IHSG berpotensi terus melemah karena investor masih menantikan sejumlah agenda ekonomi strategis bulan Juni.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memerah pada awal perdagangan, Kamis 18 Juni 2026. IHSG dibuka melemah ke level 6.191.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.23 WIB, IHSG masih mendekam di zona merah 0,95 persen ke level 6.161.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 3,83 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,26 triliun, serta frekuensi sebanyak 317.300 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 222 saham bergerak naik, sedangkan 359 saham mengalami penurunan, dan 378 saham tidak mengalami pergerakan.

IHSG Mulai memerah lagi. Foto Rina-Suara.com

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, JECC, CBUT, SULI, PPRE, dan, EPAC.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, KONI, GHON, BUKK, DEFI, dan POLI.

Proyeksi IHSG

Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak melemah pada perdagangan hari ini dengan area support di level 6.170 dan resistance 6.400.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah dengan support dan resistance 6.170 – 6.400," tulis Pilarmas dalam risetnya, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan

Sejalan dengan proyeksi tersebut, Pilarmas merekomendasikan tiga saham pilihan yang layak dicermati investor, yakni PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Sementara itu, riset Phintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG berpotensi bergerak sideways cenderung melemah pada rentang 6.100 hingga 6.350.

Menurut Phintraco, investor masih menunggu sejumlah agenda penting seperti hasil RDG BI pada 18 Juni, MSCI Global Market Accessibility Review pada 19 Juni, rebalancing indeks FTSE pada 19 Juni, serta MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.

"Secara teknikal, MACD IHSG berlanjut membentuk pelebaran histogram positif. Namun Stochastic RSI membentuk Death Cross di area overbought. Sehingga diperkirakan IHSG bergerak sideways cenderung melemah pada kisaran 6100-6350," tulis Phintraco.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More