- MSCI pertimbangkan turunkan status RI ke Frontier Market.
- Dana asing hingga Rp230 triliun berpotensi keluar dari RI.
- Rupiah dan IHSG terancam jika downgrade benar terjadi.
Suara.com - Pasar keuangan Indonesia hari ini lagi deg-deg ser. Pasalnya, lembaga penyedia indeks global MSCI tengah mempertimbangkan menurunkan status Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market yang bakal diumumkan besok, Jumat (19/6/2026).
Jika skenario terburuk itu terjadi, pasar modal nasional berpotensi kehilangan aliran dana asing hingga miliaran dolar AS.
Status Emerging Market selama ini menjadi "tiket emas" Indonesia untuk masuk radar investor institusi global. Banyak dana investasi internasional, termasuk dana pensiun dan ETF raksasa, menggunakan indeks MSCI sebagai acuan penempatan modal. Karena itu, perubahan status dapat memicu aksi jual otomatis oleh investor asing.
Bloomberg melaporkan, penurunan status Indonesia berisiko memicu arus keluar modal hingga sekitar US$13 miliar atau setara lebih dari Rp230 triliun. Dana tersebut berpotensi meninggalkan pasar saham dan obligasi Indonesia karena sejumlah manajer investasi global memiliki aturan investasi yang hanya mengizinkan penempatan dana di negara berstatus Emerging Market.
Ancaman ini muncul setelah MSCI menyoroti sejumlah persoalan di pasar modal Indonesia, mulai dari transparansi kepemilikan saham, likuiditas perdagangan, hingga struktur kepemilikan emiten yang dinilai terlalu terkonsentrasi. Sebelumnya, MSCI juga telah menghapus sejumlah saham Indonesia dari indeks globalnya karena masalah keterbukaan dan kepemilikan publik yang rendah.
Apabila downgrade benar-benar terjadi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh investor saham. Nilai tukar rupiah juga berpotensi mendapat tekanan akibat berkurangnya pasokan devisa dari investasi portofolio asing. Pengalaman sejumlah negara yang pernah turun kelas menunjukkan bahwa arus keluar dana dari indeks Emerging Market biasanya jauh lebih besar dibandingkan dana yang masuk dari indeks Frontier Market.
Pemerintah dan regulator pasar modal sebenarnya telah melakukan berbagai reformasi untuk menjawab kekhawatiran investor global. Bursa Efek Indonesia meningkatkan persyaratan free float, memperkuat keterbukaan data pemegang saham, serta memperbaiki tata kelola perdagangan saham. Namun MSCI masih menunggu efektivitas kebijakan tersebut sebelum mengambil keputusan final pada Juni 2026.
Bagi Indonesia, mempertahankan status Emerging Market bukan sekadar soal gengsi. Label tersebut menjadi penentu kepercayaan investor global terhadap kualitas pasar keuangan nasional. Jika status itu hilang, biaya pendanaan bisa meningkat, likuiditas pasar menurun, dan proses pemulihan kepercayaan investor menjadi jauh lebih sulit.
Baca Juga: IHSG Dibuka Merah ke Level 6.191, Cek Saham yang Wajib Dipantau
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi
-
Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah
-
Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat
-
Gantung Sepatu Demi Keluarga, Eks Sprinter Asian Games Comeback di Lintasan Aspal