- PT Santos Jaya Abadi menanam 2.500 bibit mangrove di pesisir Semarang pada 12 Juni 2026 bersama kelompok tani setempat.
- Kegiatan ini bertujuan mencegah abrasi, menyediakan habitat biota laut, serta mendukung target global dalam penanganan perubahan iklim.
- Perusahaan berkomitmen melakukan pemantauan berkala untuk memastikan pertumbuhan pohon serta mengukur tingkat penyerapan karbon di masa depan.
Suara.com - Reboisasi atau penanaman kembali kawasan hutan yang rusak memegang peranan yang sangat krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan stabilitas iklim global.
Di wilayah pesisir, bentuk reboisasi yang diwujudkan melalui penanaman vegetasi mangrove berfungsi sebagai benteng alami untuk mencegah abrasi pantai, meredam hantaman ombak, serta mencegah intrusi air laut ke daratan.
Selain melindungi pemukiman warga dari ancaman erosi maritim, kawasan hutan mangrove yang rimbun juga menyediakan habitat alami bagi berbagai biota laut untuk berkembang biak.
Dari perspektif ekologi makro, kegiatan reboisasi kawasan pesisir ini menjadi salah satu instrumen paling efektif dalam mereduksi emisi gas rumah kaca.
Pohon mangrove memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam menyerap dan menyimpan karbon dioksida dari atmosfer dalam jumlah besar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hutan tropis daratan.
Sehingga, investasi lingkungan melalui penanaman pohon secara berkelanjutan menjadi langkah mutlak yang harus diambil demi memitigasi dampak buruk perubahan iklim global.
Inisiasi Program Pemulihan Lingkungan di Semarang
Berangkat dari kesadaran terhadap urgensi kelestarian ekosistem tersebut, PT Santos Jaya Abadi selaku salah satu unit bisnis dari Kapal Api Group merealisasikan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menggelar aksi penanaman mangrove.
Kegiatan penghijauan ini dilaksanakan pada 12 Juni 2026 di kawasan pesisir Semarang, Jawa Tengah. Dalam pelaksanaannya, pihak korporasi menggandeng Kelompok Tani Mangrove setempat sebagai mitra strategis untuk mengelola dan merawat kawasan tersebut.
Baca Juga: Ancaman Penurunan Tanah Mengintai Pesisir Jakarta, Teknologi Vakum Jadi Andalan Baru Pengembang
Pada fase perdana ini, terdapat sebanyak 2.500 bibit mangrove yang berhasil ditanam sebagai langkah awal rehabilitasi lingkungan pantai setempat. Program mitigasi ekologi ini dijadwalkan akan terus berlanjut melalui beberapa tahapan penanaman berikutnya di berbagai wilayah lain agar sebaran manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Deputy Managing Director PT Santos Jaya Abadi, Vincent Mergonoto, menjelaskan bahwa program penanaman ini merupakan wujud kontribusi jangka panjang perusahaan dalam menciptakan dampak positif bagi alam dan komunitas sosial.
“Keberlanjutan bukan hanya menjadi bagian dari strategi bisnis kami, tetapi juga merupakan tanggung jawab yang kami emban terhadap generasi mendatang. Melalui program penanaman mangrove ini, Kapal Api Group melalui PT Santos Jaya Abadi ingin berkontribusi secara nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, meningkatkan serapan karbon, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan masyarakat lokal," urai Vincent.
Vincent menambahkan bahwa aksi penanaman 2.500 pohon penahan abrasi ini bukan sekadar seremonial untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Mangrove Sedunia semata.
Langkah konkret di lapangan ini juga dirancang untuk menyokong pencapaian target global dalam Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin SDG 13 terkait Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 mengenai Ekosistem Lautan, dan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Sinergi antara sektor usaha dan kelompok masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam merawat bumi.
Manajemen Kapal Api Group memastikan bahwa komitmen ini tidak berhenti pada fase seremonial penanaman saja. Guna menjamin keberlanjutan jangka panjang, korporasi akan melakukan proses pemantauan dan evaluasi berkala untuk mengukur tingkat kelangsungan hidup serta laju pertumbuhan mangrove yang telah ditanam.
Langkah pengawasan ini berguna bagi perusahaan dalam menghitung nilai riil kontribusi penyerapan karbon serta meminimalkan jejak dampak lingkungan di masa depan secara akurat.
Berita Terkait
-
Program Mangrove NHM di Kao Berhasil Pulihkan Kawasan Pesisir dan Tingkatkan Ketahanan Lingkungan
-
Empat Dekade Dipantau Satelit, Hutan Mangrove Dunia Menunjukkan Tanda-Tanda Pemulihan
-
13 Wilayah Indonesia Siaga Usai Gempa Besar Filipina
-
Tanam 1.000 Mangrove di Tanjung Burung, Upaya Nyata Jaga Pesisir Tangerang
-
Transisi Energi di Laut Janjikan Masa Depan Hijau, Tapi Bagaimana Nasib Masyarakat Pesisir?
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi
-
Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
-
Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang
-
UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI
-
Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang
-
Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan
-
Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond
-
Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik
-
Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM
-
Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi