- Wilayah pesisir utara Jakarta menghadapi risiko penurunan tanah akibat eksploitasi air tanah serta beban bangunan yang berlebihan.
- Pengembang di kawasan PIK 2 menerapkan teknologi vakum untuk mempercepat pemadatan tanah melalui pengeluaran air dan udara.
- Penerapan teknologi tersebut mampu menyingkat durasi pemadatan tanah secara alami dari sepuluh tahun menjadi hanya enam bulan.
Suara.com - Risiko penurunan tanah atau land subsidence masih menjadi tantangan serius di kawasan pesisir, terutama di wilayah utara Jakarta.
Sejumlah studi mencatat laju penurunan tanah bisa mencapai beberapa sentimeter per tahun, dipicu kondisi tanah lunak, eksploitasi air tanah, serta beban bangunan.
Fenomena ini berdampak luas, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga meningkatnya risiko banjir.
Di kawasan reklamasi dan pengembangan baru, stabilitas tanah menjadi isu krusial yang harus diantisipasi sejak tahap awal pembangunan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pengembang mulai mengadopsi teknologi rekayasa tanah yang lebih canggih.
Salah satu metode yang kini digunakan adalah teknologi vakum untuk mempercepat pemadatan tanah hingga ke lapisan dalam.
“Pemadatan tidak cukup hanya di permukaan. Lapisan bawah masih mengandung air dan udara yang bisa memicu penurunan bertahap,” ungkap perwakilan pengembang dalam penjelasannya.
Proses ini diawali dengan pengurugan dan perataan lahan, dilanjutkan pemasangan vertical drain hingga kedalaman sekitar 18 meter.
Saluran tersebut berfungsi mengalirkan air dan udara keluar dari dalam tanah.
Baca Juga: Kebakaran Sampah 2 Hari di Kelapa Gading, DLH DKI Ungkap Dugaan Pemicunya
Selanjutnya, area ditutup dengan membran kedap udara untuk menjaga tekanan vakum tetap stabil.
Pompa kemudian digunakan untuk menyedot kandungan air dan udara, sehingga pori-pori tanah menyusut dan menjadi lebih padat.
Menariknya, air hasil sedotan tidak langsung dibuang, melainkan dimanfaatkan sebagai beban tambahan di atas membran.
Cara ini dinilai mampu mempercepat proses pemadatan secara lebih efektif.
Dengan metode ini, proses yang secara alami bisa memakan waktu hingga 10 tahun diklaim dapat dipersingkat menjadi sekitar enam bulan.
Teknologi tersebut kini diterapkan di kawasan pengembangan seperti PIK 2.
Berita Terkait
-
Kebakaran Sampah 2 Hari di Kelapa Gading, DLH DKI Ungkap Dugaan Pemicunya
-
Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
-
Lansia 71 Tahun Gagal Putar Balik, Honda HRV Tabrak Pejalan Kaki hingga Depot Air di Jakbar!
-
Jakarta Jadi Sering Mati Lampu, ESDM Investigasi Dugaan Kerusakan Gardu PLN, Apa Penyebabnya?
-
Rumor: Klub Raksasa Polandia Tertarik Boyong Dony Tri Pamungkas
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April