- PT Bach Multi Global Tbk, bagian dari Grup Djarum, melakukan penawaran umum perdana saham untuk mendapatkan modal kerja.
- Perusahaan melepas 615 juta lembar saham dengan rentang harga Rp400 hingga Rp500 untuk meraih dana Rp307,5 miliar.
- Proses penawaran awal berlangsung pada 22–24 Juni 2026 dan saham dijadwalkan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli.
Struktur kepemilikan saham dalam tubuh BACH saat ini diisi oleh kombinasi perusahaan investasi dan perorangan dengan rincian sebagai berikut:
PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) – 61,55%
PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) – 30%
Budi Kurniawan – 2,01%
Hartanto Rahardja – 1,8%
Edy Surianto – 1,59%
Zulfahmi Fithri – 1,53%
Hasby Jap – 1,52%
Sebagai catatan penting bagi investor, pemegang saham entitas GTP merupakan anak usaha langsung dari lini bisnis iForte (PT iForte Solusi Infotek) yang berada di bawah kendali Grup Djarum, di mana iForte telah mengakuisisi 98,21% saham GTP pada Juli 2023 lalu.
Prospektus awal mengonfirmasi adanya perjanjian hak opsi yang ditandatangani oleh BMSI dan GTP pada 7 Januari 2026. Perjanjian tersebut mewajibkan BMSI menjual kepemilikan sahamnya kepada GTP. Pada 13 Januari 2026, GTP secara resmi menyatakan bakal mengeksekusi hak opsi atas 1,04 miliar lembar saham milik BMSI tersebut.
Eksekusi hak opsi ini dijadwalkan berlangsung paling lambat 5 hari setelah BACH mencatatkan sahamnya di bursa, yang otomatis akan mengerek porsi kepemilikan saham GTP di dalam BACH melonjak drastis menjadi 51% sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai pemegang saham pengendali utama.
Jadwal Penting Pelaksanaan IPO BACH
Bagi para pelaku pasar dan investor yang tertarik untuk mengoleksi saham ini, berikut adalah rincian jadwal lengkap proses pelaksanaan IPO PT Bach Multi Global Tbk:
Masa Penawaran Awal (Bookbuilding): 22 – 24 Juni 2026
Masa Penawaran Umum: 1 – 3 Juli 2026
Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI): 7 Juli 2026
Baca Juga: MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni
Berita Terkait
-
IHSG Tertekan! Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp1,1 Triliun
-
IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat
-
Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini
-
Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026